,

    CIANJUR- Sebagai salahsatu upaya untuk mengeliminasi Penyakit Tuberkulosis (TBC) yang merupakan salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia bahkan Cianjur Kementrian Kesehatan bekerjasama dengan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Pusat, melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pemberdayan melalui pelatihan kader TB di Wisma Kompas, Pacet. Senin (23/7).

    Koordinator SSR LKNU Region Cianjur, Sopwanudin mengungkapkan berdasarkan data yang terhimpun dari sistem informasi terpadu yang ada di Puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan dan desa penderita penyakit TB di Cianjur tahun 2017 berjumlah 11.239 orang.

    "Jumlah yang sangat besar itu menjadi perhatian kami, karena belum semua tertanggulangi dan tidak menutup kemungkinan masih banyak TB positif yang tidak terdata di puskesmas, maka selain optimalisasi dan advokasi atau pendampingan dalam penanggulangan penyakit, kader yang dibentuk ini akan mendata ulang orang yang belum masuk data dipuskesmas,"

    Menurut Sopwan, pihaknya melakukan upaya pemberdayaan melalui pelatihan kader TB, yang akan dilaksanakan di lima zona, salah satunya yang sudah terlaksana di zona II Cipanas.

    "Adapun tugas kader, melakuan advokasi komunikasi dan mobilisasi sosial, baik itu dalam penemuan kasus TB baru atau pun pengobatan kepada orang yang sudah terjangkit, dengan harapan penyakit TB bisa tereliminasi di tahun 2030," ujarnya.

    Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Cianjur, N. Efa Fatimah mengatakan, dari sepuluh penyakit penyebab kematian di Cianjur salahsatunya adalah penyakit TBC.

    "Sebetulnya banyak yang disinyalir mempunyai penyakit TB namun dari sekian banyak baru 30 orang yang seudah berobat," ungkapnya.

    Ia menyebutkan rata-rata usia penyandang penyakit TB berusia masih produktif, antara usia 15 tahun sampai 30 tahun.

    "Upaya pencegahan dan penangulangan penyakit TB sebetulnya seudah menjadi canangan pemerintah pusat dimulai dari pengobatan termasuk ini salah satunya dengan adanya sosialisasi tbc," katanya.

    Menurutnya, selain pengobatan dari pemerintah untuk  penyakit ini harus dimulai dari masyarakat, maka perlu adanya pemberdayaan masyarakat.

    "Dengan membentuk kader TBC para kader dapat mengadvokasi, membantu mengantarkan para penyandang penyakit TB maupun menggali orang-orang yang siapa tau terjangkit TB. Jadi eliminasi ini akan berkurang dan dapat tereliminasi sesuai dengan program pemerintah," tandasnya. (Rc)

    ,

    Capt Djoni Rolindrawan kembali sosialisasikan 4 Pilar MPR RI di Kecamatan Sukanagara, 17 Juli 2018.

    CIANJUR-Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Hanura Capt Djoni Rolindrawan kembali sosialisasikan 4 Pilar MPR RI di wilayah Cianjur. Kali ini yang menjadi sasarannya yakni daerah selatan Kabupaten Cianjur tepatnya di Kecamatan Sukanagara, 17 Juli 2018.

    Dalam pemaparannya, Capt Djoni kembali mengingatkan pentingnya empat pilar MPR RI sebagai landasan dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Sosialisasi empat pilar kebangsaan merupakan gagasan dari berbagai tokoh nasional, untuk membangkitkan kembali kesadaran masyarakat agar selalu bersama mengingat Indonesia sebagai bangsa yang beragam suku, agama, ras, dan budaya.

    "Dengan keanekaragaman tersebut, mengharuskan setiap langkah dan kebijakan negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara diarahkan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa," jelasnya.

    Sosialisasi nilai-nilai empat pilar ini, kata dia, untuk mengingatkan dan menyegarkan kembali komitmen seluruh komponen bangsa, agar pelaksanaan dan penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara selalu menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa dalam rangka mewujudkan negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

    "Saat ini Indonesia terus diserang dengan faham radikal. Untuk itu, penting masyarakat menjaga keutuhan NKRI dengan mengamalkan empat pilar MPR RI yang jadi pegangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," pungkasnya.

    Dalam kegiatan tersebut para peserta yang terdiri dari pemuda, tokoh masyarakat, dan unsur muspika begitu antusias mengikuti kegiata. Bahkan tidak sedikit peserta melontarkan berbagai pertanyaan.
    Terlebih dalam penyampaiannya Capr Djoni selalu membuat suasana interaktif dan juga menyediakan hadiah bagi peserta yang aktif.(jun)

    ,

     Anggota MPR dari Fraksi Hanura Capt Djoni Rolindrawan sosialisasi empat pilar di Kecamatan Pagelaran pada tanggal 16 Juli 2018.

    CIANJUR-Sosialisasi Empat Pilar gencar dilaksanakan MPR. Pasalnya itu sangat penting karena terjadi sejumlah pergeseran di masyarakat. Salah satunya dilakukan Anggota MPR dari Fraksi Hanura Capt Djoni Rolindrawan di Kecamatan Pagelaran pada tanggal 16 Juli 2018.

    Dalam kesempatan itu, Capt Djoni menyatakan, bahwa acara sosialisasi ini bertujuan untuk mempertebal jiwa kebangsaan di tengah arus globalisasi yang sangat deras menggerus nilai kebangsaan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    "Empat Pilar Kebangsaan adalah nilai-nilai luhur para pendiri bangsa yang harus dipelihara dan dijaga dalam kerangka nasionalisme. Demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar legislator dari daerah pemilihan Jawa Barat III (Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor) ini.

    Empat pilar kebangsaan terdiri dari Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD RI sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

    "Sudah seharusnya kita semua elemen bangsa untuk menjaga dan mempertahankannya sehingga kita semua bisa mengawal reformasi ini hingga agendanya selesai, terutama dalam memberikan rasa keadilan, persatuan, kemanusiaan yang terus diperjuangkan,” tandasnya.(jun)

    ,

    Neng Eem sosialisasikan empat pilar di Majelis Taklim Atanwir, Cianjur, Rabu 06 Juni 2018.
    CIANJUR-Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz yang merupakan anggota DPR/MPR dari Fraksi PKB asal daerah pemilihan Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor, kesekian kalinya sosialisasikan empat pilar berbangsa dan bernegara di Kabupaten Cianjur.  Kali ini kegitan dilaksanakan di Majelis Taklim Atanwir, Jalan Mangunpraja Cikukulu, Nagrak Kabupaten Cianjur, Rabu 06 Juni 2018.

    Menurutnya, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sebagai penjelmaan seluruh rakyat Indonesia memiliki tanggung jawab untuk mengukuhkan nilai-nilai fundamental kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan mandat konstitusional yang diembannya.

    Kepada ibu - ibu Majelis Taklim Atanwir Neng Eem mengajak seluruh komponen bangsa agar dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara terus dijalankan dengan tetap mengacu kepada tujuan negara yang dicita-citakan serta bersatu dalam mengisi pembangunan agar bangsa Indonesia dapat lebih maju dan sejahtera.

    Dalam Kesempatan ini juga Neng Eem mengajak ibu - ibu Majelis Taklim Atanwir untuk menerapkan nilai- nilai yang terkandung dalam empat pilar tersebut dalam kehidupan sehari - hari.

    "Terutama dalam mendidik anak - anak sebagai generasi penerus bangsa ini agar mempunyai ahlak yang baik dan mental yang kuat dalam menghadapi tantangan globalisasi dan liberalisasi dengan berbagi akses negatifnya," pungkasnya.(jun)

    ,

    Neng Eem sosialisasi empat pilar di Jalan Ir Haji Juanda Cianjur, Panembong Kabupaten Cianjur, Sabtu, 07 Juli 2018  

    CIANJUR-Ratusan peserta yang terdiri dari para Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kabupaten Cianjur beserta tamu undangan lainnya antusias menghadiri kegiatan sosialisasi empat pilar MPR RI, di Jalan Ir Haji Juanda Cianjur, Panembong Kabupaten Cianjur, Sabtu, 07 Juli 2018.

    Dalam kesempatan tersebut, narasumber yang juga Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz menyampaikan betapa pentingnya kedaulatan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta mengingatkan agar para peserta tidak mudah untuk melupakan sejarah masa lalu dalam mewujudkan kedaulatan bangsa Indonesia.

    Menurut Neng Eem, tanggung jawab keutuhan bangsa ada di pundak pemerintah, khususnya MPR. Tapi akan lebih efektif disertai andil berbagai lapisan masyarakat termasuk pemerintah daerah, TNI, Polri, bahkan para mantan aktivis mahasiswa dalam mengemban tugas tersebut.

    "Sebagai generasi penerus bangsa, kita jadi aktor penting bagi keberlangsungan masa depan bangsa sehingga harus memiliki wawasan kebangsaan yang integral," imbuhnya.

    Lanjut Neng Eem, para aktivis dan yang sudah menjadi alumni adalah bagian dari elemen pemuda Indonesia yang merupakan aset bangsa dan modal pembangunan dan potensial sebagai bagian dari aset pertahanan belanegara.

    “Dalam konteks inilah diharapkan sosialisasi empat pilar kebangsaan ini bisa memberikan wacana dan pembentukan karakter bangsa yang berakhlak, berbudi pekerti, dan berperilaku baik melalui pembinaan penguatan wawasan kebangsaan,” paparnya.(jun)

    ,

    Neng Eem sosialisasikan empat pilar kebangsaan, di Desa Gadog, Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur, Sabtu, 07 Juli 2018.

    CIANJUR-Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz sosialisasikan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika di Desa Gadog, Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur, Sabtu, 07 Juli 2018.

    Di hadapan ratusan peserta sosialisasi yang merupakan ibu-ibu majlis taklim dan para jamaah serta warga masyarakat sekitar, wakil rakyat dari Dapil Jawa Barat III yakni Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor ini menyampaikan bahwa bangsa Indonesia patut bersyukur sejak era reformasi dan demokrasi mengalami berbagai kemajuan.

    “Salah satunya adalah anggaran 20 persen untuk pendidikan, kemudian kebebasan berekspresi lalu penjagaan pilar kebangsaan yang melibatkan masyarakat dari bawah,” katanya.

    Lebih lanjut, mantan pengurus Kopri PB PMII ini meminta agar kemajuan dalam era refomasi dan demokrasi terus dijaga dan dipertahankan.

    “Sudah seharusnya kita semua elemen bangsa untuk menjaga dan mempertahankannya sehingga kita semua bisa mengawal reformasi ini hingga agendanya selesai, terutama dalam memberikan rasa keadilan, persatuan, kemanusiaan yang terus diperjuangkan,” tandasnya.

    Neng Eem berpesan meminta agar empat pilar kebangsaan juga ikut dijaga oleh umat Islam termasuk para kyai, pimpinan pesantren, dan para santri.

    “Kita semua menginginkan Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI ini tetap ditopang dan dijaga oleh umat Islam,” tukasnya.(jun)

    ,

    Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz saat sosialisasi empat pilar kebangsaan di Desa Cibeber tepatnya di masjid alun-alun Kecamtan Cibeber, Jumat, 06 Juli 2018.

    CIANJUR-Indonesia saat ini sedang diserang faham radikalisme, dimana faham ini menginginkan sebuah perubahan atau pembaharuan dengan cara drastis hingga ke titik paling akar. Bahkan untuk mencapainya melibatkan banyak cara hingga paling ekstrem seperti kekerasan baik fisik maupun simbolik.

    Hal itu dikatakan anggota MPR dari Fraksi PKB Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz saat sosialisasi empat pilar kebangsaan di Desa Cibeber tepatnya di masjid alun-alun Kecamtan Cibeber, Jumat, 06 Juli 2018.

    “Dan untuk membentengi faham radikalisme cara yang paling tepat saat ini karena yang diserang adalah negara, maka ya harus dibentengi dengan membumikan nilai-nilai yang terkandung di dalam empat pilar kebangsaan,” ujar wakil rakyat dari daerah pemilihan Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor ini.

    Dalam kesempatan itu, Neng Eem mengajak kepada seluruh peserta untuk tetap menjaga dan mempertahankan NKRI karena merupakan kewajiban bagi semua warga negara Indonesia, juga mengamalkan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan ini supaya tidak tergerus oleh pengaruh dari faham-faham radikal dan intoleransi.

    "Dengan terjaganya nilai-nilai empat pilar ini maka berarti terjaga pula eksistensi dan keberadaan bangsa Indonesia," pungkasnya.(jun)

    ,

    Neng Eem sosialisasikan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI, di lapangan Brimob Cipanas, Jumat, 06 Juli 2018


    CIANJUR-Anggota MPR dari Fraksi PKB Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz sosialisasikan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI, kepada ratusan warga masyarakat Cipanas-Cianjur di lapangan Brimob Desa Cipanas Kecamatan Cipanas, Jumat, 06 Juli 2018.

    Sosialisasi tersebut bertujuan memberikan advokasi dan mengajak masyarakat untuk tetap memegang dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalam UUD Tahun 1945 dan Pancasila.

    Menurut Neng Eem, negara ini memiliki berbagai macam suku tak kurang dari 1.257 etnis dan bahasa daerah yang tak kurang dari 2.500 bahasa yang tersebar di 17.000 pulau akan tetapi tetap satu dalam keragaman dan kebhinnekaan dalam wadah NKRI.

    "Ini karena masyarakat Indonesia mempunyai kesadaran yang tinggi dan kuat untuk menjaga kerukunan antar suku dan umat beragama," ujarnya.

    Masih menurut legislator dari Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor ini, walaupun banyak serangan yang diluncurkan oleh sekelompok golongan yang selalu ingin memecah belah bangsa dan kerukunan antar umat beragama melalui media online seperti penyebaran berita Hoax dan di berbagai media yang selalu bernuansa memecah belah persatuan umat.

    "Masyarakat harus pintar dan cerdas dalam memilih dan memilah berita ataupun pesan singkat ataupun ceramah yang berkonten ajakan permusuhan antar sesama," pungkasnya.(jun)

    ,

    NENG Eem sosialisasikan empat pilar di di Jalan Kartini No 18 Kelurahan Ciwaringin, Rt 02/02 Bogor Tengah, Kamis (05 Juli 2018).


    BOGOR-Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz tak hentinya sosialisasikan empat pilar kebangsaan untuk mengajak masyarakat menjaga kedaulatan negara dengan berpegang teguh pada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Kali ini sosialisasi dilaksanakan di Jalan Kartini No 18 Kelurahan Ciwaringin, Rt 02/02 Bogor Tengah, Kamis (05 Juli 2018).

    Dihadapan ratusan peserta, legislator dari daerah pemilihan Jawa Barat III yakni Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur ini mengingatkan pentingnya tetap berpegang tegung pada empat pilar kebangsaan.

    "Empat pilar ini sebagai pedoman masyarakat dalam berbangsa dan bernegara. Untuk itu penting dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

    Mengingat peserta sebagian besar ibu-ibu, Neng Eem berpesan agar para ibu mengajarkan empat pilar tersebut di lingkungan rumah terutama terhadap anak-anak.

    "Empat pilar ini harus ditanamkan sejak dini kepada ana-anak sebagai generasi penerus agar lebih baik dalam menjaga kedaulatan negara," ujarnya.(jun) 

    ,

    Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz sosialisasi 4 pilar di Lapang Parwatasari Joglo Cianjur, Kamis 05 Juli 2018.


    CIANJUR-Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz datangi Lapang Parwatasari Joglo Kecamatan Cianjur, untuk sosialisasika 4 pilar, Kamis 05 Juli 2018.

    Dalam kesempatan itu Neng Eem mengungkapkan, jika rakyat Indonesia tidak mengenal Empat Pilar MPR maka tidak akan tumbuh rasa cinta dan sayang kepada bangsa dan negara ini.

    "Rakyat harus memiliki hara cinta dan sayang secara tulus kepada bangsa dan negara seperti cinta kita kepada keluarga," ujarnya.

    Dikatakannya, untuk itulah MPR sesuai dengan perintah Undang-Undang melaksanakan sosialisasi empat pilar dengan berbagai metode yang tepat kepada berbagai elemen masyarakat di seluruh  Indonesia.

    "MPR tidak milih-milih dalam melakukan sosialisasi. Sosialisasi membuka tangan selebar-lebarnya kepada semua elemen masyarakat. Karena sosialisasi ini akan mengembalikan pemahamam rakyat Indonesia akan nilai-nilai luhur bangsanya," imbuhnya.

    Masih menurut Eem, dalam empat pilar Pancasila merupakan pilar pertama yang menjadi idiologi negara, sehingga wajib dijaga dan terus diperhatikan. "Kita harus bersyukur bahwa Pancasila yang dirumuskan para pendiri bangsa ternyata mampu menjadi perekat dan menyatukan bangsa Indonesia yang keberagamannya sangat tinggi yang merupakan faktor besar resiko perpecahan sebuah bangsa," pungkasnya.(jun)


Top