,

    Neng Eem sosialisasikan empat pilar di Majelis Taklim Atanwir, Cianjur, Rabu 06 Juni 2018.
    CIANJUR-Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz yang merupakan anggota DPR/MPR dari Fraksi PKB asal daerah pemilihan Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor, kesekian kalinya sosialisasikan empat pilar berbangsa dan bernegara di Kabupaten Cianjur.  Kali ini kegitan dilaksanakan di Majelis Taklim Atanwir, Jalan Mangunpraja Cikukulu, Nagrak Kabupaten Cianjur, Rabu 06 Juni 2018.

    Menurutnya, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sebagai penjelmaan seluruh rakyat Indonesia memiliki tanggung jawab untuk mengukuhkan nilai-nilai fundamental kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan mandat konstitusional yang diembannya.

    Kepada ibu - ibu Majelis Taklim Atanwir Neng Eem mengajak seluruh komponen bangsa agar dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara terus dijalankan dengan tetap mengacu kepada tujuan negara yang dicita-citakan serta bersatu dalam mengisi pembangunan agar bangsa Indonesia dapat lebih maju dan sejahtera.

    Dalam Kesempatan ini juga Neng Eem mengajak ibu - ibu Majelis Taklim Atanwir untuk menerapkan nilai- nilai yang terkandung dalam empat pilar tersebut dalam kehidupan sehari - hari.

    "Terutama dalam mendidik anak - anak sebagai generasi penerus bangsa ini agar mempunyai ahlak yang baik dan mental yang kuat dalam menghadapi tantangan globalisasi dan liberalisasi dengan berbagi akses negatifnya," pungkasnya.(jun)

    ,

    CIANJUR - Pererat silaturahmi sesama penggemar musik Sabyan Gambus khususnya, dan pemuda/i yang mencintai Sholawat yang tergabung dalam Cianjur Fanbase menggelar Kopdar Tepang Baraya Sabyan, di kawasan jebrod Cianjur baru-baru ini.

    Salah satu Koordinator Cianjur Fanbase, Nanjiah mengakatakan, Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar sesama penggemar musik Sabyan Gambus khususnya, dan umumnya untuk para pemuda/i yang mencintai Sholawat.

    Dalam waktu dekat Fanbase Sabyan Cianjur akan mengundang langsung Gambus Sabyan untuk tampil dihadapan masyarakat cianjur

    "Insyaallah dalam waktu dekat kita adakan konser bersama Sabyan Gambus,". Ungkap Teh Nanjiah

    Seorang anggota Cianjur fanbase Wafa Fauzan, menutarakan kebahagiaannya saat bisa berkumpul dengan keluarga Cianjur Fanbase dia mengatakan perkumpulain ini sangat berarti dan bermanfaat baginya.

    “Semoga dalam perkumpulan ini menjadikan perkumpulan yang positif serta bermanfaat bagi sesama,” ungkap Wafa.
    (Rc)

    ,

    Neng Eem Marhamah saat sosialisasikan empat pilar.

    CIANJUR-Anggota DPR/MPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz memberikan sosialisasi terkait pentingnya 4 pilar kebangsaan. Yaitu, Pancasila, NKRI, UUD 45, dan Bhinneka Tunggal Ika.

    "Pilar-pilar tersebut menjadi kunci dalam memajukan bangsa Indonesia ini," ujarnya saat kegiatan sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Cianjur, 28 Juni 2018.

    Diharapkannya, seluruh masyarakat dapat mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam pilar pilar tersebut. Itu semua adalah untuk mewujudkan kemakmuran rakyat.

    “Sudah saatnya negara hadir dalam mengisi kepentingan masyarakat. Misalnya, negara harus perhatian pada pendidikan di pesantren dan madrasah diniyah,” kata wakil rakyat dari Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor ini.(jun)


    Abdulatif

    BEBERAPA wilayah di Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi Pilkada serentak, tepatnya hari Rabu pada tanggal 27 Juni 2018. Bahkan untuk menyambut hari spesial itu, negara secara resmi menetapkan sebagai hari libur nasional. Sebagaimana yang diputuskan Presiden Joko Widodo. Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) tentang Libur Nasional.

    "Keppres soal libur nasional tanggal 27 Juni sudah ditandatangani Presiden," demikian yang dikatakan juru bicara Kepresidenan Johan Budi Sapto Prabowo, Senin (25/6) seperti dikutif dari salah satu medua online nasional.

    Pemilihan umum untuk memilih kepalda daerah, anggota DPR baik tingkat kabupaten hingga pusat, serta memilih anggota DPD RI merupakan amanat undang-undang dasar 1945.

    Sebagaimana tertuang dalam undang-undang nomor 7 tahun 2017, Pemilu dilaksanakan untuk menjamin tercapainya cita-cita dan tujuan nasional sebagaimana termaktub dalam pembukaan
    Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

    Untuk menjamin sistem ketatanegaraan dan peyelngaraan pemerintahan di Indonesia ini, warga negaranya harus menentukan kepemimpinan nya lewat pemilihan, yang dilakukan dengan memperhatikan asas keterbukaan, langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

    Dalam catatan sejarah, Indonesia sudah beberapa kali melaksanakan pemilihan umum. Tahap pertama adalah Pemilu untuk memilih anggota DPR. Tahap ini diselenggarakan pada tanggal 29 September 1955, diikuti oleh 29 partai politik dan individu. Tahap kedua adalah Pemilu untuk memilih anggota Konstituante. Tahap ini diselenggarakan pada tanggal 15 Desember 1955, dan seterusnya hingga hari ini.

    Dalam perjalanan pemilihan umum, negara yang dikenal Nusantara ini terus mengalami perubahan sistem pemilihan, bahkan banyak yang menilai bahwa sistem pemilihan di Indonesia ini tersu berubah menjadi lebih baik. Namun ada juga yang menilai pelaksanakan pemilihan di Indonesia ini tedak lebih baik dari sebelumnya.

    Terlepas dari apapun penilaian manusia, bahwa Pemilu merupakan proses untuk menuju perubahan masa depan bangsa. Sebagaimana yang dikatakan Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI Firman Noor yakni "kualitas Pilkada serentak akan menentukan masa depan Indonesia di berbagai wilayahnya".

    Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang dimulai sejak 2015 di 370 daerah di Indonesia masih menunjukkan berbagai masalah. Beragam masalah itu khususnya terkait dengan kapasitas bakal calon (Balon), popularitas dan elektabilitas Balon, proses kandidasi di partai politik (Parpol), dan biaya politik yang tinggi sehingga berdampak pada korupsi dan terhambatnya perwujudan tata kelola pemerintahan yang baik.

    Selain itu pelanggaran administratif, penggelembungn suara bahkan sampai ke praktik jual beli suara, itu masih kerap ditemukan pada pemilu-pemilu sebelumnya tapi apakah itu pelanggaran atu bukan, kemudian siapa yang melakukan kecurangan itu, apakah pejabat, apakah panitia Pemilu, apakah masyarakat, saya belum tau pasti. Yang jelas hal ini tidak hanya mengakibatkan konsolidasi demokrasi berjalan lamban, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas pemerintah daerah.

    Pilkada serentak gelombang ketiga yang akan berlangsung pada 2018 tentu akan menjadi tantangan apakah kualitas demokrasi Indonesia mengalami peningkatan atau sebaliknya.
    Apapun itu kita harus tetap optimis bahwa negara ini memerlukan pemimpin yang mampu membawa rakyatnya kearah kemajuan keadilan dan kesejahteraan, dengan sistem yang kita pilih yaitu sistem demokrasi.

    Yang jelas setiap aturan mempunyai tujuan yang baik untuk kemajuan dan memajukan negara minimal dalam undang-undang nomer 7 tahun 2017 tentang penyelenggaraan pemilu Pasal 4, kita memilih dengan harapan adanya sistem ketatanegaraan yang demokratis, mewujudkan Pemilu yang adil dan berintegritas, menjamin konsistensi pengaturan sistem pemilu,
    memberikan kepastian hukum dan mencegah duplikasi dalam pemilu, serta
    mewujudkan pemilu yang efektif dan efisien.

    Selamat melaksanakan hak pilih untuk memilih calon kepada daerah. Semoga kedepan bangsa ini lebih baik dengan hadirnya pemimpin yang baik.(*)

    Penulis: Sekretaris PD Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Cianjur

    SIAP KERJA: Upacara penutupan program upgrading skill hospitality dilaksanakan di aula LKP Abdi Bangsa Institute Cianjur Jawa Barat, Kamis (7/5).

    CIANJUR-Upacara penutupan program upgrading skill hospitality dilaksanakan di aula LKP Abdi Bangsa Institute Cianjur Jawa Barat, Kamis (7/5).

    Hadir dalam upacara tersebut Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur Cecep Sobandi dan Pengurus Yayasan Abdi Bangsa Institute.
    Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta yang berlangsung selama satu bulan yakni dari tanggal 7 Mei sampai 7 Juni 2018.

    Selanjutnya, dalam waktu dekat akan segera diproses penempatan kerja di hotel dan kapal pesiar baik di dalam maupun luar negeri. 

    Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman dalam kesempatan itu menyampaikan apresisnya kepada LKP Abdi Bangsa Institute yang telah dipercaya menyelenggarakan program penguatan kompetensi.

    "Pemerintah Kabupaten Cianjur menyampaikan terimakasih  atas peran pihak BNP2TKI di Kabupaten Cianjur yang telah bersinergi dengan LKP Abdi Bangsa Institute  sehingga dapat membantu pemerintah Kabupaten Cianjur, dalam menyiapkan lapangan kerja bagi masyarakat Cianjur," ujarnya.

    Menurut Direktur Pemetaan dan Harmonisasi Kualitas TKLN II BNP2TKI Yana Anusasana, program penguatan kompetensi di bidang perhotelan dan kapal pesiar ini akan berkelanjutkan, dan pihaknya meminta kepada para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sudah menempuh pelatihan, untuk bekerja dengan sebaik baiknya. "Ini menyangkut nama baik bangsa Indonesia di mata dunia internasional," pungkasnya.(jun)

    ,


    CIANJUR - Kota Cianjur terkejut. Hujan yang turun di Jumat sore hari (22/6) sekitar pukul 17:00 ternyata mampu membuat sejumlah ruas jalan protokol di Kota Cianjur tergenang air. Tak hanya itu, selasar di RSUD Cianjur pun tak luput dari serangan banjir.

    Banjir sempat membuat sejumlah jalan tergenang sehingga membuat pejalan kaki dan kendaraan sulit melintas. Seorang pengendara motor, Dang Hendra (39) mengatakan, luapan air sempat membuat sejumlah warga panik dan menyulitkan dirinya saat melintasi Jalan HOS Cokroaminoto. Padahal, saat itu tengah ramai akan aktivitas warga.

    “Tentunya mengganggu. Perlu hati-hati dan waspada bila melintas. Karena rawan akan kecelakaan,” katanya diamini Yanti Hidayat (40) warga lainnya dari Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur.

    Warga menilai, banjir timbul akibat sistem drainase yang sudah tidak baik sudah dangkal dan juga got atau gorong-gorong terlalu kecil sehingga mudah dipenuhi tumpukan sampah.

    “Motor yang mogok banyak. Mesin kendaraan terendam air. Banjir tingginya sekitar kaki lutut orang dewasa,” ungkapnya.

    Agus Irwansyah (38) pengendara motor lainnya memaparkan, saat hujan deras tiba-tiba air meluap dan membanjiri jalan. Bahkan pengemudi motor harus menepikan kendaraannya karena khawatir terbawa arus. Memang benar, ada satu unit mobil terparkir terendam bajir dibiarkan begitu saja sama pemiliknya.

    “Kemungkinan banjir terjadi, akibat buruknya drainase, terutama pembangunan mengenai gorong-gorong itu kurang lebar atau asal jadi,” pungkasnya.

    Menanggapi banjir yang menyelimuti Kota Cianjur kemarin, Kepala Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Dodi Permadi menjelaskan, penyebab banjir yaitu air hujan yang memenuhi got atau gorong-gorong dan tidak tertampung sehingga menyebabkan banjir dadakan.

    Namun, pihaknya selalu antisipasi, berusaha dan tetap waspada 24 jam bilamana ada hal atau kejadian bencana alam.

    “Kita akan jemput bola membantu, dan langsung bergerak ke lokasi kejadian. Selain banjir, ada dua pohon tumbang langsung bergerak tim BPBD ke lapangan untuk membantu,” katanya kepada Radar Cianjur.

    Masih menurut Dodi, bahkan ada salah satu pengendara motor yang tertimpa pohon tumbang di Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah dan sudah dibawa ke RSUD Cianjur untuk mendapatkan perawatan medis.

    Menurutnya, banjir yang mengepung Cianjur kemarin masih bisa diatasi dan tidak masuk banjir yang berbahaya.

    “Hanya beberapa jam saja sudah mulai surut kembali, tidak ada hal diharapkan terjadi. Hanya saja kendalanya mungkin banyaknya tumpukan sampah yang mampet di got. Mengenai pembangunan asal-asalan tidak mau komentar. Ya, karena ranahnya bukan dari BPBD kita hanya membantu dan memantau benacananya saja,” jelasnya. (rc)

    Ismat Nasrulloh
    Ketua II PC PMII Cianjur
    Kita tahu indonesia negara demokrasi, setiap tahun selalu ada kontestasi, setiap calon pemimpin selalu menyodorkan solusi bak pahlawan yang akan menyelamatkan rakyat dalam kondisi sulit yang tak berhenti. Visi perubahan, pembaharuan, pencerahan, perdamaian, persatuan seakan menajdi nyanyian lama yang tak pernah berhenti.

    Pendirian negara adalah cita-cita mutlak bagi bangsa yang ingin merdeka termasuk indonesia. Para pendiri bangsa yang jelas ingin mempersatukan kekuatan bangsa untuk merdeka membuktikan kemampuannya dalam pergerakan dan perjuangannya, termasuk merumuskan kedaulatan negara atas nama rakyat diatas segalagalanya.

    Akhirnya berdirilah sebuah negara yang berdaulat dan bersatu dalam perbedaan. Bagi kita bukan hal yang mungkin pada zaman itu mempersatukan kekuatan bangsa dengan kondisi nusantara bukan negara daratan luas melainkan negara kepulauan yang terpisah, dengan saran komunikasi yang terbatas. Tetapi jarak bukan halangan untuk berkomunikasi tanpa media, melainkan melalui kata yang tersampaikan langsung ke telinga. Bukan kabar burung yang disampaikan melainkan berita gembira atau berita duka dalam perjuangan dalam setiap langkah pergerakan rakyat.

    Kondisi yang dilalui pada jaman lampau adalah realita yang tak bisa dielakan penuh pergerakan dan perjuangan untuk merebut kedaulatan bangsa untuk kemerdekaan rakyat.

    Kejelasan pasti para pejuang kita yang dilakukan dahulu, kontras dengan perdaban melenial yang penuh drama, diaman para pemimpin, politisi, pejabat, memainkan peran bak sinetron percintaan, bak filem super hero dimana akan ada para penyelamat bumi pertiwi dengan aktor-aktor dan sutradara, semua berperan memainkan sandiwara.

    Nyata-nyata rakyat menderita, terpecah belah akibat ulah kepentingan yang tak terarah. Sesekali awam bertanya, masihkah perlu dengan pemimpin yang setiap tahun harus kita tentukan, jika arah perubahan ekonomi, sosial, politik semakin tak terarah.

    Stigma kotor anggapan masyarakat jelata mungkin sesekali terdengar, namun hanya nyanyian bahkan dijadikan barang dagangan untuk merebut kemenangan, itukah keadilan.

    Setidaknya pegangan hidup dan prinsip bernegara harusnya menjadi azas yang mampu diamalkan dalam setiap sendi kehidupan. Yah, Pancasila dengan amalan yang kafah yang dilakukan bejabat dan rakyat. Kesadaran itulah yang harus ditanamkan oleh setiap warga negara yang mencerminkan bangsa yang merdeka berdaulat.

    ,

    PAGELARAN - Reuni alumni Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al- Mansuriyah Pagelaran, Kabupaten Cianjur dari lulusan angkatan 2009 hingga angkatan 2018 berlangsung meriah dan sukses, yang digelar kamis(14 juni 2018).

    Rangkaian acara tersebut, yakni silaturrahmi alumni, buka bersama alumni, dan sekaligus deklarasi Forum Keluarga Alumni Mts (Kam) Alumni MTs Al-Mansuriyah Pagelaran.

    Ketua Panitia Dede Abdulatif, mengatakan digelarnya reuni akbar ini berawal dari keinginan para sejumlah teman-teman alumni, dari berbagai angkatan, untuk berkumpul, bernostalgia mengingat kenangan-kenangan masa lalu, yang pernah menimba ilmu di MTs Al - Mansuriyah.

    "Dari keinginan inilah, kemudian berlanjut dengan pembentukan panitia dengan melibatkan sejumlah angkatan. Dan Alhamdulillah, sambutan dari para alumni sangat antusias sekali, untuk mewujudkan reuni akbar segera dilaksanakan pada tahun ini," ungkapnya.

    Kemudian secara umum, reuni akbar ini untuk mempererat tali silaturrahmi dan persaudaraan sesama alumni, sesuai tema diangakat "Meningkatkan Solidaritas dan Kepedulian Sesama Alumni MTs Al- Mansyuriyah".

    "melalui reuni akbar ini, tidak hanya sebagai ajang temu kangen, tapi juga menambah data base alumni serta menunjukan perkembangan MTs Al-Mansyuriyah," katanya.

    Kepala Sekolah MTs Al- Mansuriyah Bapak Sopandi, mengatakan tak terasa sejak berdirinya MTs Al-Mansuriyah dengan kelulusan angkatan pertama hingga acara Reuni Akbar yang digelar ini menunjukan usia MTs Al- Mansuriyah ini sudah berusia 27 tahun

    "Semoga dengan acara reuni ini memberi motiviasi dan dukungan kepada pihak sekolah dalam mewujudkan akreditasi MTs Al- Mansuriyah ini mendapatkan nilai lebih baik lagi untuk kedepanya, untuk itu kami berharap bantuan pemikiran, serta bantuan lainnya kepada para alumni," harapnya. (Rc)

    ,

    Neng Eem sosialisasikan empat pilar
    CIANJUR-Empat pilar MPR RI yang terdiri dari Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara dan ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara, dan bhinneka tunggal ika sebagai semboyan negara, terus digalakan anggota DPR RI/MPR dari Fraksi PKB, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz.

    Kali ini sosialisasi empat pilar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dilakukan di pondok pesantren Cianjur pada tanggal 20 Juni 2018, dengan dihadiri peserta dari berbagai kalangan terutama para santri.

    Dalam pemaparannya legislator dari Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor ini menjelaskan, empat pilar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara perlu terus dilakukan untuk mencegah degradasi nilai etika berbangsa rakyat Indonesia terutama para generasi muda. Dan itu harus dilakukan mulai dari rumah, dan kehidupan sehari-hari.

    "Hilangnya pemahaman empat pilar ini bisa berdampak pada menurun rasa nasionalisme. Kalau dibiarkan, akan sangat berbahaya bagi kelangsungan bernegara, untuk itu sosialisasi empat pilar harus terus dilakukan, oleh semua semua kalangan," ujarnya.

    Selain itu, empat pilar juga harus disosialisasikan kepada para santri sehingga kelak ketika kembali pada rumahnya masing-masing para santri bisa menyampaikannya kembali pada masyarakat. "Santri harus paham empat pilar agar ketika kembali ke lingkungannya bisa menyampaikan kembali," pungkasnya.(jun)

    ,

    PEDULI: Neng Eem berikan takjil gratis pada pengendara motor.


    CIANJUR-Anggota DPR RI dari Fraksi PKB Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz bagi-bagi takjil gratis di Jalan Raya Bandung, tepatnya di wilayah Ciranjang, Rabu (13/6).

    Dibantu para relawan dan pengurus Perempuan Bangsa Kabupaten Cianjur, legislator dari daerah pemilihan Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor ini,  membagikan takjil kepada masyarakat dan pengguna jalan.

    Antusias masyarakat pun sangat tinggi. Terbukti mereka (masyarakat, red) rela antri saat takjil dibagikan, terlibih suasana di jalan sangat padat dengan kendaraan yang akan mudik.

    Menurut Neng Eem, takjil gratis tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang sedang berpuasa, terlebih para pengguna jalan yang sedang dalam perjalanan.
    "Ini kan banyak yang sedang dalam perjalanan, sedangkan magrib sudah tiba sebelum sampai pada tempat tujuan, makanya kita bagikan takjil gratis," ujarnya.

    Menurutnya, bagi-bagi takjil gratis sudah dilakukan sejak tanggal 8 Juni 2018, dan akan terus dilakukan hingga puasa terakhir. "Besok (hari ini, red) akan kembali dilakukan bagi-bagi takjil. Selain itu kita juga buka Posko Mudik Cinta sampai tanggal 24 Juni, di Posko kita sediakan fasilitas kesehatan dan juga pijat gratis," pungkasnya.(jun)


Top