Geliat Praktek Kawin Kontrak di Wilayah Cipanas Diam-diam Melakukan Kawin Kontrak dengan Perempuan Lokal


Praktek kawin kontrak di wilayah Cipanas dan sekitarnya masih banyak terdengar. Praktek kawin kontrak biasanya banyak dilakukan oleh para oknum WMN asal timur Tengah yang banyak hilir mudik di kawasan yang disebut mereka sebagai kawasan Jabal Al Akhdar (Gunung Hijau) yang penuh pohon dengan udara sejuk.
Meskipun pemerintah melalui KUA dan Satpol PP beberapa kali melakukan sosialisasi serta penegasan larangan kawin kontrak dan prostitusi, namun praktek kawin kontrak masih banyak dilakukan orang terutama WNA asal timteng.
Tokoh Masyarakat Sukanagalih Mahfud menuturkan, walaupun saat ini kunjungan wisatawan asal  Timur Tengah ke wilayah Cianjur Utara agak berkurang. Namun mereka diam-diam kerap melakukan kawin kontrak dengan perempuan lokal.
"Yang saya ketahui kawin kontrak masih saja dilakukan wisatawan asal Timur Tengah. Jelas praktek terselubung ini sangat meresahkan masyarakat," tuturnya.
Menurutnya, biasanya mereka melakukan praktek kawin kontrak dengan kurun waktu yang cukup  bervariasi, mulai dari dua minggu hingga empat bulan. "Sedangkan untuk tarif sendiri saya belum mengetahui secara rinci," akunya.
Ditambahkannya, dari hasil kawin kontrak, sejumlah perempuan lokal sempat hamil dan melahirkan anak-anak tak berdosa. Bahkan diantara mereka banyak yang tidak memiliki bapak dengan status yang jelas.
Humas KUA Kecamatan Cipanas Abdul Azis mengatakan, hingga saat ini atau bulan Januari belum ada WNA asal Timteng yang menikah secara resmi. Berbeda dengan bulan-bulan lainnya, biasanya ada saja WNA asal timteng yang menikah secara resmi.
"Kawin kontrak melanggar aturan agama, mereka juga melanggar aturan pemerintah," katanya.
Kepala Desa Sukanagalih Dudung Djaenudin menambahkan, kedatangan wisatawan asal Timur Tengah memberikan dampak positif terhadap perekonomian. Namun dibalik itu, ada juga dampak negatifnya seperti maraknya prostitusi dan kawin kontrak.
"Mereka seolah merubah budaya kita. Makanya kami terus-menerus memberikan pemahaman kepada masyarakat, agar terjauh dari praktek-praktek prostitusi,” tukasnya.

Ditambahkannya, praktek praktik kawin kontrak tidak menutup kemungkinan bisa merusak moral masyarakat. "Makanya saya mengharapkan sekali ada penindakan tegas dari pemerintah menyikapi hal ini," ungkapnya.(**)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top