51 Ribu Jiwa Butuh Layanan Kesehatan



CIANJUR-Warga miskin di Kabupaten Cianjur tercatat capai 51 ribu jiwa dari 2 juta lebih penduduknya. Hal tersebut sesuai data yang dimiliki Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cianjur tahun 2010.

Sementara dari data yang dimiliki Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur setelah dicocokan dengan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Cianjur, hanya mencapai angka 9.494 jiwa. "Data kemiskinan di Kabupaten Cianjur karut marut dan tumpang tindih antara dinas satu dengan lainnya, datanya yang belum akurat," kata Ketua Komisi IV DPRD Cianjur Sapturo.

Karenanya, kata dia, data warga miskin kini bukan hanya berdasarkan by name dan by address, namun juga berdasarkan data Nomor Induk Kependudukan (NIK). Salah satu kebutuhan yang paling mendasar bagi warga miskin tersebut yakni pelayanan kesehatan yang optimal dan gratis.

"Karena itu, kami bersama pemerintah daerah terus mendorong perbaikan pelayanan kesehatan ini, salah satunya dengan meresmikan rumah sakit baru di Pagelaran," terang Sapturo, seraya bidang kesehatan jadi pekerjaan rumah yang paling penting bagi Bupati dan Wabup yang baru dilantik.

Selain itu, sektor kesehatan juga sangat menunjang pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Cianjur yang kini masih terbilang rendah. "Pemerintah mulai dari pusat hingga ke daerah menggelontorkan dana yang tidak sedikit untuk pelayanan kesehatan. Karena itu, kami terus mendorong pemerintah untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan," ungkapnya.

Menyoal peresmian RSUD Pagelaran, ia berharap jadi pola pelayanan kesehatan yang baru. Jika sebelumnya pelayanan kesehatan cenderung pasif dan menunggu bola, dimana ada masyarakat sakit baru diobati, kini harus dengan metode sebaliknya, yakni jemput bola. "Jadi kedepannya harus lebih mengedepankan langkah preventif, bagaimana caranya memberikan penyadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan terhadap masyarakat,” tutur Sapturo menawarkan solusi.
Pelayanan kesehatan tersebut, masih kata Sapturo, nantinya akan berkorelasi dengan program pemerintah pusat yang sudah mencetuskan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dimana masyarakat secara proporsional akan diberikan layanan kesehatan secara optimal.

Untuk Kabupaten Cianjur sendiri, masyarakat yang sudah tercatat menerima KIS sekitar 1.000.025 jiwa. “Masyarakat penerima KIS itu yang nantinya dibiayai oleh APBN,” pungkasnya.(lan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top