5,7 Miliar Dana Sertifikasi Kemenag Mandek



CIANJUR-Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cianjur, menggelar tatap muka dengan para guru honorer madrasah se-Kabupaten Cianjur terkait sertifikasi guru yang mandeg, Kamis (26/5).

Dalam rapat audiensi tersebut, pihak Kemenag menyampaikan salah satu akibat belum mandegnya dana sertifikasi guru akibat belum cairnya salah satunya belum lengkapnya syarat administrasi yang telah ditentukan selama ini. Selain itu, mandegnya dana sertifikasi guru karena lambatnya uang masuk ke rekening.

"Guru honorer jangan berburuk sangka kepada kami terkait mandegnya dana sertifikasi tersebut. Kami selama ini sangat memperhatikan nasib para guru honorer madrasah, hanya saja harus bersabar karena keuangan bukan diatur oleh Kemenag kabupaten melainkan pemerintah pusat," kata Kasi Madrasah Kementrian Agama Kabupaten Cianjur, Tavip Supriadi.

Dia menjelaskan, untuk penerimaan dana sertifikasi per guru tidak menentu dan sangat vareatif, misalkan perbandingannya pada tahun 2014 ada yang menerima dana sertifikasi tiga hingga empat bulan. Sedangkan tahun 2015 yang menerima sertifikasi ada yang tiga hingga lima bulan.

"Itu semua tergantung dari SIMPATIKA (Sistem Informasi Pendidik dan Ketenaga Pendidikan Kemenetrian Agama) yang dilakukan oleh pemerintah pusat,"terangnya lagi.

Sementara itu, syarat guru profesional mendapatkan sertifikasi adalah harus mengikuti PLPG dan ada porto folio. "Kalau dari salah satu syarat tersebut tidak lengkap, maka guru tersebut otomatis tidak akan mendapatkan dana sertifikasi, meski sudah terdaftar di SIMPATIKA," jelasnya.

Perlu diketahui, bahwa sertifikasi yang sudah dibayarkan sebesar Rp4 miliar untuk semua jenjang mulai guru honorer, RA, MI, MTs dan MA. Sedangkan untuk guru PNS adalah sebesar Rp1.7 miliar. "Untuk penerimaan dana sertifikasi kebanyakan sekolah swasta," imbuhnya.(riz)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top