7701 Pelanggaran Selama Dua Pekan, Kesadaran Masyarakat Masih Minim


KETAT: Petugas Satlantas Polres Cianjur memeriksa kelengkapan surat pengendara sepeda motor.


CIANJUR- Operasi (ops) Patuh Lodaya merupakan ops patuh yang digelar pihak kepolisian se-Indonesia dalam setiap tahunnya jelang lebaran sebelum memasuki bulan puasa. Untuk di wilayah Cianjur sendiri, masih banyak jumlah pelanggaran para pengendara motor ataupun mobil yang belum melengkapi surat-surat kendaraannya.

Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Erik Bangun Prakasa Minggu (29/5) kemarin. "Ops patuh lodaya yang terakhir dilaksanakan masih banyak masyarakat yang belum sadar akan peraturan lalulintas (lalin)," ujarnya.

Sesuai data yang didapat, pelanggar yang terkena ops patuh yang dilaksanakan sejak tanggal 16 hingga 29 mei kemarin sebanyak 6381 pelanggaran (gar). "Itu pun masih hasil input sementara sore kemarin," tuturnya.

Menurutnya, hal tersebut perlunya kesadaran semua pihak yang berwenang untuk menjadikan keselamatan berlalulintas sebagai suatu kebutuhan utama. "Dimulai sejak dini dan dari sekolah-sekolah, seperti pelajaran berlalu lintas yang harus menjadi suatu kurikulum," terangnya.

Ia menambahkan, pentingnya tanggungjawab orangtua dalam mengajarkan etika tertib berlalulintas yang benar kepada para anaknya. Hal ini didukung juga oleh orang tua murid di Cianjur, seperti yang dikatakan Dewi Ati (42), selain kepolisian, orang tua pun harus ikut berperan untuk mengingatkan anaknya dalam berlalulintas. "Penting untuk keselamatan anak-anak kita juga," kata Dewi.

Dalam sehariannya, ia pun selaku mengingatkan kepada anaknya agar selalu membawa surat-surat motornya. "Saya juga sering mengingatkan dan terkadang memarahi anak saya yang kedua, untuk tidak membawa motor milik ayahnya ke jalan dan tetap bermain di komplek rumah. Bukan apa-apa, karena yang pertama anak saya ini belum memiliki SIM serta usianya masih 15 tahun dan belum saya izinkan juga untuk ke jalan," tutupnya. (cr2)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top