Angka Partisipasi Pilkades Minim



CIANJUR – Gelaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang dilangsungkan secara serentak se-Kabupaten Cianjur pada Minggu (29/5) kemarin, memunculkan berbagai persepsi. Pasalnya, di sejumlah wilayah yang menyelenggarakan pilkades serentak, masih banyak warga yang tidak menyalurkan hak pilihnya. Padahal, calon-calon yang ingin menjabat posisi Kepala Desa (Kades) cukup bertebaran.

Data yang berhasil dihimpun, untuk sejumlah kawasan Cianjur Selatan (Cisel) misalnya. pilkades yang diselenggarakan di tiga kecamatan dan lima desa, masih banyak masyarakat yang tidak mencoblos. Tiga desa di Kecamatan Pagelaran, seperti di Desa Bunijaya yang memiliki jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 4.955 orang, angka ketidakhadiran mencapai 1.543 orang. Desa Buniwangi yang memiliki jumlah DPT sebanyak 4.903 orang, angka ketidakhadirannya mencapai 2.267 orang. 

Sementara Desa Kertaraharja yang memiliki jumlah DPT sebanyak 3.364 orang, angka ketidakhadirannya mencapai 1.049 orang. Belum lagi di desa lainnya seperti Desa Pasirjambu, Kecamatan Tanggeung, dan Desa Simpang, Kecamatan Pasirkuda. Dari total 3.752 DPT, angka ketidakhadiran mencapai 1.283 orang. Sementara di Desa Simpang, Kecamatan Pasirkuda, dari total 3.175 DPT, angka ketidakhadiran mencapai 1.221 orang. Hal serupa juga di Desa Gadog, Kecamatan Pacet. Dari total DPT sebanyak 7.158 orang, angka ketidakhadiran mencapai 3.554 orang.

Tak demikian dengan Pilkades Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur. Salah seorang warga Kampung Warungkiara, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur, Didin Samsudin (50) mengaku, ia tetap menyalurkan hak pilihnya. Namun, sayangnya, Didin kurang begitu antusias berpartisipasi dalam Pilkades lantaran ia tidak mengenal satu demi satu orang yang mencalonkan diri menjadi kades di wilayahnya. “Saya tetap menyalurkan hak pilih. Sayangnya, saya tidak mengenal calon-calon yang wajahnya dipampang di selebaran-selebaran itu,” ungkap Didin.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMPD) Kabupaten Cianjur, Yeyen Rohyanda menjelaskan, secara menyeluruh angka partisipasi masyarakat terhadap gelaran Pilkades di 76 Kecamatan se-Kabupaten Cianjur kali ini mencapai lebih dari 50 persen. Ia juga mengatakan, sejauh ini selenggaraan pilkades berjalan aman, lancar dan kondusif, tanpa menemui kendala yang berarti. 

“Sosialisasi sejak jauh-jauh hari sudah dilakukan di masing-masing desa. Kehadiran masih lebih dari 50 persen, sisanya barangkali terkendala oleh berbagai hal,” ungkap Yeyen kepada Radar Cianjur, kemarin.

Meski sempat tersiar kabar di beberapa desa sempat terjadi ketegangan, namun Yeyen mengaku hal tersebut sudah bisa diantisipasi dengan baik oleh pihak aparat keamanan yang berada di masing-masing wilayah hukumnya. “Kita harapkan semuanya selesai, tidak ada konflik berkepanjangan. Masyarakat jangan mau terkotak-kotak, cukup sampai bilik suara saja. Setelah itu, semuanya kembali bersatu,” ajak dia seraya mengimbau.

Eks Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Cianjur tersebut menilai, masih banyak hal yang membuat warga terkendala untuk melakukan pencoblosan, seperti yang tengah melakukan aktivitas usaha atau bekerja diluar kota, yang letaknya jauh dari tempat mereka melakukan pencoblosan.

“Intinya kembali lagi kepada kesadaran masing-masing. Desa adalah ujung tombak pembangunan. Jadi, kalau mau desanya maju, pesat dalam membangun, maka masyarakatnya harus lebih proaktif,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Yeyen memaparkan, beberapa desa lainnya yang akan habis masa jabatannya, juga akan melakukan Pilkades serupa pada 2018 mendatang. Berkaca pada selenggaraan Pilkades serentak tahun ini, kedepan masyarakat diharapkan lebih proaktif dalam menyalurkan hak pilihnya. Bahkan, tak menutup kemungkinan, momentum politik seperti Pilpres, Pilgub, Pilkada, sampai Pilkades bakal diselenggarakan secara serentak pula.

“Pilkades kali ini sejatinya bisa menjadi sebuah pembelajaran dan pendewasaan pola pikir masyarakat yang lebih maju dan agamis,” tutup Yeyen. (lan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top