Antisipasi Curas, Sisir Imigran-PSK




PACET -Pasca tragedi pencurian dengan kekerasan (curas) yang dilakukan para mucikari di areal Kota Bunga, Kesbangpol dan Satpol PP Kabupaten Cianjur memperketat pengawasan. Hal ini dilakukan karena dikhawatirkan tindakan serupa terjadi.

Petugas Satpol PP Kecamatan Pacet Dede mengaku, hasil rapat koordinasi bersama Kesbangpol dan TNI/Polri pihaknya sepakat akan segera melakukan pemantauan para imigran. Karena dikhawatirkan ada para imigran ilegal dan menjadi korban kriminal.


“Rencananya kami akan turun ke lapangan sebelum bulan puasa, karena biasanya saat bulan puasa daerah wisata Pacet dan Cipanas sepi dari para imigran,” ungkap Dede kepada Radar Cianjur, Selasa (24/5).


Saat rapat koordinasi digelar pihaknya dibantu lintas OPD dan TNI/Polri akan memeriksa permasalahan yang terjadi di lapangan, karena belakangan ini dilaporkan terjadi aksi kriminal dengan korban para turis Timteng.


“Kita lihat aksi pelaku sudah terorganisir. Lihat saja, saat terungkap aksi pelaku yang menyamar menjadi mucikari dan menjajakan para PSK, dengan mudahnya pelaku membawa barang – barang milik wisatawan asing. Bahkan dengan teganya pelaku menodongkan golok. Jelas tindakan mereka itu tidak bisa diterima dan patut diwaspadai,” terangnya.


Diakuinya motif yang dilakukan para pelaku itu sudah seharusnya dipelajari dengan seksama, jangan sampai tindakan mereka terulang kembali. Apalagi saat ini aksi para PSK ini terpantau sudah menyebar, bisa jadi para PSK ini bisa bertindak kriminal dengan menipu para wisatawan. 


“Tak hanya rawan tindak kriminal, PSK yang sudah dengan transaksi melalui online ini menjadi biang penyakit masyarakat," tambahnya.

Makanya, dalam waktu dekat menjelang bulan puasa akan dilakukan penyisiran terhadap para PSK yang tersebar di beberapa desa wilayah Pacet. "Kalau kami lihat, PSK itu mengontrak dan tersebar di tujuh desa se-Kecamatan Pacet. Mereka bukan asli Pacet melainkan pendatang," ungkapnya.


Dia menekankan kepada para mucikari dan PSK agar lebih menghargai ibadah suci di bulan Ramadan, dengan tidak beroperasi dan melayani tamu. "Kami juga akan menyisir para penjual warung nasi dan restoran yang buka di pagi hingga sore hari di bulan Ramadan. Makanya kami harapkan kerjasama semua pihak," terangnya.


Kapolsek Pacet Kompol Pardiyanto mengaku, akan segera melakukan pengawasan kepada para imigran di wilayah Pacet dan Cipanas. Ini demi menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi para wisatawan. "Menindaklanjuti aksi penodongan dan maling yang dilakukan para mucikari kami akan mengerahkan anggota untuk patroli rutin di Kota Bunga dan beberapa vila yang disewakan," tegasnya. Diharapkan, masyarakat sekitar pun bisa ikut bekerjasama mengawasi wilayahnya akan kemanan dan ketertiban lingkungan bisa lebih terjaga. (fhn)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top