Antusias Warga Minim, Calon Berhamburan


PANTAU: Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar turut meninjau pelaksanaan Pilkades di Kecamatan Campaka, Minggu (29/5).


CIANJUR – Pilkades Gadog terbilang minim karena hanya dihadiri 3.064 hak pilih dari total Daftar Pemilih Tetap 7.158. Nampak warga begitu membludaknya datang untuk menyalurkan hak pilihnya, namun tak sedikit warga yang pulang karena tidak tertampung.

Pantauan Radar Cianjur, proses pemilihan kepala desa di Gadog begitu ramai didatangi warga. Akan tetapi lantaran membludaknya warga sehingga sebagian warga pulang dan tidak menyalurkan hak pilih. Sehingga pemilih yang hadir hanya 1.657 laki - laki dan 1.947 perempuan, dengan total 3.064 warga dari total hak pilih 7.158.

Ketua Panitia Pilkades 2016 Gadog, Cecep Najrulloh mengaku, ada beberapa faktor yang mempengaruhi ketidakhadiran hak pilih dalam Pilkades tahun ini. Pertama, adanya warga yang bekerja di luar kota. Kedua karena sakit dan ketiga adanya karyawan yang tidak bisa libur walaupun hanya satu hari.

"Kebanyakan yang tidak bisa meliburkan diri merupakan buruh pekerja harian. Padahal kami atas nama panitia sudah meminta izin, namun mereka tidak bisa mendapat izin," jelasnya.

Sebenarnya, dengan banyaknya ketidakhadiran hak pilih ini dirinya merasa belum merasa puas. Akan tetapi, upaya sosialisasi dari panitia dinilai sudah maksimal, bahkan warga pun sudah berulang kali ke lapangan.

"Alhamdulilah sejauh ini semua bisa terlaksana lancar dan kondusif. Kami harapkan siapapun yang menang mereka bisa komitmen sesuai visi dan misi karena itu merupakan janji yang sudah didengar masyarakat," pungkasnya.

Camat Pacet, Ade Suherman menuturkan, angka kehadiran 3.064 ini terbilang lumayan tinggi. "Saya lihat sosialialisasi yang dilakukan pihak Kecamatan Pacet, Pemdes Gadog dan para calon sudah baik," ungkapnya.

Dijelaskannya, panitia sudah mengatur waktu dengan baik. Nantinya, diharapkan siapapun yang terpilih bisa membawa masyarakat Cianjur ke arah yang lebih baik. "Mereka harus bisa menjalankan UU Desa dengan baik. Karena banyak tugas yang harus dijalankan di desa sehingga kepala desa yang baru harus mampu menguasai pemerintahan di desa," tambahnya.
 
Pihaknya, pasti akan memberikan arahan dan petunjuk mengenai roda pembangunan dan pemerintah. Kades tentunya harus bisa didukung para tokoh masyarakat, alim ulama dan masyarakat untuk membantu untuk pembangunan di daerah.

"Kami harapkan para calon bisa menerima dengan lapang dada. Adapun calon yang keberatan bisa disampaikan sebelum panitia pilkades melaporkannya ke kabupaten Cianjur dengan tenggat waktu satu minggu. Namun tentunya harus melampikan bukti dan saksi," pungkasnya.

Damin (54), warga Kampung Jembar Desa Gadog mengakui, diakhir waktu pemilihan pukul 13.00 WIB ada sekitar 30 orang dari warga Kampung Cipeutag tidak bisa menyalurkan hak pilihnya, dengan alasan waktu sudah habis tentunya hal ini amat disayangkan.

"Mereka yang datang terlambat karena menjadi buruh tani di sawah. Pantas saja kalau kehadiran sangat minim, berbeda dengan pilkades Gadog periode sebelumnya mencapai lebih dari 4.000 orang," singkatnya. 

Sementara itu, hingga tadi malam, panitia Pilkades Gadog pun sudah mengumumkan hasil perolehan suara. Alhasil, calon kades Miftahudin resmi terpilih sebagai kades dengan perolehan suara 1.757. 

Kades bernomor urut tiga ini berhasil mengungguli para pesaingnya dengan angka yang relatif jauh. 

Calon kades nomor empat, Unang Mulyadi menempati posisi dua dengan perolehan suara 725.

Terpisah, data yang berhasil dihimpun, di tiga kecamatan dan lima desa Cianjur Selatan (Cisel) seperti Kecamatan Pagelaran, Tanggeung dan Pasirkuda, gelaran Pilkades berlangsung aman dan kondusif, terlebih setelah mendapatkan pengamanan dari pihak Koramil Pagelaran.


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top