JPO Utamakan Keselamatan dan Kenyamanan




 
CIANJUR– Kejadian yang terjadi di ruas jalan tol kilometer tujuh BSD, Tangerang, mengenai Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) yang roboh setelah ditabrak truk trailer membuat pihak pelaksana JPO Cianjur tak ingin terulang kejadian yang sama.

Pelaksana Pengerjaan JPO di Cianjur, Taufik Hediat menuturkan, penyebab terjadinya kejadian yang menghancurkan JPO di ruas jalan tol itu karena ketinggian JPO tersebut tak sesuai aturan yang sudah ditetapkan kementrian. Tak hanya itu, truk trailer dinilai membawa muatan berlebih dari ketinggian yang sudah diperuntukan untuk JPO.

Namun, ia mengaku tak mengetahui pasti siapa penyebab kejadian karena sebelumnya truk bisa melewati JPO pertama dan kedua. ‘’Namun kan saat mau melintas JPO ketiganya malah buat ambruk JPO nya,'' ujarnya kepada Radar Cianjur.

Menurutnya, apabila ada kesalahan dalam pembangunan JPO-nya, berarti ditindak oleh Kementrian Pekerjaan Umum (Kemenpu) kepada perusahaan yang membangun JPO itu. Akan tetapi, bila truk yang salah, maka Kementrian Perhubungan yang menindak kepada perusahaan yang membawa muatan dalam truk.

Melihat hal itu, ia pun optimis terhadap pembangunan JPO yang sekarang tengah ia kerjakan untuk sarana dan prasarana yang akan dipakai warga Cianjur, di Jalan Dr Muwardi yang merupakan JPO akses untuk ke Mall Ramayana dan ragam fasilitas lainnya.

''Kita pun membangun JPO ini sesuai aturan Kemenpu yang sudah ditetapkan dengan ketinggian jembatan lima meter lebih. Ya bisa dilihat sendiri kalau truk yang tinggi juga bisa masuk. Jadi Insya Allah ini amanlah buat Cianjur dan JPO ini nyaman,’’ imbuhnya.

Ia menambahkan, masih banyak jembatan di Indonesia yang tidak sesuai ketentuan membangun JPO. ‘’Bukan hanya ketentuan dari ketinggian JPO-nya saja, tapi peletakan tangganya pun tidak boleh di trotoar seperti yang ada di salah satu kota besar di Jawa Barat, sebab tak sesuai Kemenpu,'' ungkapnya. (cr2)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top