Longsor Naringgul di Siang Bolong



CIANJUR-Hampir setiap hari Cianjur dilanda hujan deras yang disusul oleh sejumlah bencana alam. Longsor di siang bolong terjadi di Kampung Cibengang RT 01/02, Desa Wangunjaya, Kecamatan Naringgul, Cianjur Selatan (Cisel), sekitar pukul 12.30 WIB, Rabu (25/5).

Warga setempat menyebutkan, kondisi tebing tinggi kurang lebih 20 meter tiba-tiba ambruk dan menutupi bahu jalan. Akses jalan tertutup oleh bebatuan dan material reruntuhan longsor, sehingga jalan penghubung antara Kampung Ciguha, Desa Wangunsari dan Kampung Cibengang, Desa Wangunjaya jadi lumpuh.

Sutiman (47) warga setempat membenarkan, peristiwa longsor tersebut akibat longsor di siang bolong, sehingga aktifitas warga dua kampung lumpuh total. "Terhambat melintas jalur tersebut saat ini," kata Sutiman kepada wartawan koran ini.

Penghubung jalan desa lebarnya hanya 3 meter saat ini masih tertutup material rerutuhan longsor. Warga setempat berharap, Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui dinas terkait, bisa secepatnya memantau ke lokasi.

Pasalnya, perlu bantuan alat berat untuk membersihkan material batu. Sementara, hingga saat ini masih belum ada bantuan dari pihak terkait, untuk membersihkan material longsor. Rencananya warga bersama pihak Kepolisian, TNI, Polter Perhutani dan Satpol PP, Kecamatan Naringgul akan melaksanakan gotong-royong untuk membersihkan tanah di lokasi longsor.

Senada diungkapkan, Ujang (50) warga lainnya yang mengaku, heran sebab baru kali ini bencana longsor terjadi di siang bolong. Padahal siang itu cuaca cerah, dan malam pun tak ada hujan. Seperti nampak tebing itu terlihat kokoh, masih beruntung tak ada korban jiwa dalam bencana terjadi.

"Ya, masih beruntung selamat sebelumnya sejumlah pelajar pulang sekolah sudah pada lewat. Tepatnya kurang lebih dua menit saat melalui jalan, sepontanitas batu dan tanah dari tebing mendadak ambruk dan menutupi jalan sampai warga merasa kaget mendegar suara gemuruh," ucap Ujang.

Ogin (37) warga Kampung Ciguha memaparkan, bencana longsor terjadi menutup jalan dan tak ada jalan alternatif lain. Khawatir longsor susulan tak diharapkan terjadi, khusus bagi para pejalan kaki seperti sejumlah anak sekolah dan warga setempat. "Ya, ada juga sih? Itu jalan lintas namun, khawatir karena sangat berbahaya tebingnya jurang dan tajam," cetusnya.

Tambah Ogin, material longsor menutupi jalan panjangnya kurang lebih hampir 15 meter, jalan yang lebarnya hanya 3 meter tertutup tanah. "Enga ada sedikit pun celah jalan yang bisa dilewati, rencananya warga dari tiga desa akan turun gotong royong untuk membersihkan matrial longsor, seharusnya sih ini harus pake alat berat supaya mudah dikarenakan tumpukan bebatuan material yang terbawa longsor sangat besar-besar sekali," tambahnya.

Di lain pihak, Danramil Cidaun, Kapten Dadang membenarkan, saat itu kebetulan melintas ke Desa Wangunjaya, langsung mengecek ke lokasi longsor. Tepatnya di menuju jalan Desa Wangunjaya, batas Wangunsari. Melihat kondisi area longsor sangat menyulitkan dan kemiringan tebing sekitar 160 derajat dan labil tanah.

"Diperparah banyak batu yang besar sehingga bisa menyulitkan untuk membersihkan tumpukan material longsor. Dikhwatirkan adanya longsor sususlan tak diharapkan menimpa lagi," terangnya.
Sementara itu, bencana alam longsor lainya juga terjadi, Kamis (26/5), terpantau di sejumlah kawasan menuju Cianjur Selatan, mulai dari kawasan Kecamatan Cibeber, Campaka, hingga sebagian kawasan Sukanagara terpantau sedikitnya enam titik tebing mengalami longsor.

Seperti yang melanda rumah Dendi (28) dan Nur (27) di Kampung Cihanjawar, Desa Selagedang, Kecamatan Cibeber. Kediaman seklaigus lapak usaha mereka yang berhadapan langsung dengan tebing setinggi lebih dari 20 meter itu hampir saja tergerus tanah longsor. Beruntung, hanya beberapa bagian rumah saja yang terkena.

“Cuma parabola rumah saja yang kena longsor. Yang didepan warung, longsoran cuma menimbun separuh jalan. Setelah itu daru PU dibantu warga membersihkan sisa longsoran,” kata Nur kepada Radar Cianjur, kemarin.

Nur menambahkan, hujan deras yang terjadi sejak Rabu (25/5) petang kemarin, mengakibatkan beberapa tebing disekitar rumahnya itu mengalami longsor. Secara bertahap, longsor terjadi di beberapa titik. Tetangganya juga tak luput terkena longsoran. Nur yang khawatir keselamatan keluarganya terancam, lebih memilih untuk mengungsi ke kediaman orang tuanya tak jauh dari rumahnya.

Beberapa barang dagangan juga kami bawa, takut ini tanah longsor lagi. Kalau cuacanya cerah, kita jualan lagi seperti biasa,” imbuhnya.

Berjarak beberapa meter dari kediaman Nur, nampak satu alat berat dan sebuah truk berwarna kuning tengah berjibaku mengevakuasi sisa-sisa longsoran. Beberapa petugas berseragam kuning yang diketahui merupakan personel Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Pelayanan I, yang diutus langsung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Pengamat Wilayah Pelayanan I Cianjur, Abdurrahman yang diwawancarai saat mengawasi proses evakuasi mengatakan, saat mendengar kabar adanya longsor, saat itu juga pihaknya mengirimkan sejumlah personel untuk mengevakuasi dan menjaga agar akses jalan tetap bisa dilalui.
“Beberapa petugas kami juga merupakan warga sekitar. Sejak Rabu malam, kami sudah melakukan pembersihan. Dilanjut pagi sekitar pukul 07.00 WIB sampai tuntas. Sempat ada pohon melintang tergerus longsor, tapi sudah kami amankan,” imbuhnya.

Pantauan Radar Cianjur, proses evakuasi sempat membuat arus lalu lintas tersendat, lantaran petugas mencoba memberlakukan sistem buka tutup jalur. Namun tak ada kemacetan panjang, mengingat tak banyak jumlah kendaraan yang melewati jalan tersebut. Aksi membandel sejumlah pengendara roda dua yang enggan mematuhi peraturan juga turut mewarnai proses evakuasi. Hingga ada sebuah motor jenis Honda Tiger yang dikendarai seorang pemuda yang membonceng seorang perempuan harus tergelincir lantaran mencoba menerobos jalan yang masih licin tertutup tanah sisa longsoran. Tak sedikit pula warga yang penasaran nampak asyik melihat proses evakuasi berlangsung.(mat/lan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top