Tak Ikut Magrib Mengaji dan Subuh Berjama'ah, OPD Kena Sanksi



CIANJUR-Sejak dilantik, Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar, terus gencarkan aktivitas sejak subuh hari melalui Gerakan Magrib Mengaji dan Salat Subuh Berjamaah di Masjid Agung Cianjur. Gerakan tersebut sebagai salah satu upaya dalam merealisasikan jargonnya pada saat kampanye lalu, yakni Cianjur lebih maju dan agamis.

Gerakan yang mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan, salah satunya dari Ketua Yayasan Peduli Generasi Muda (YPGM) Kabupaten Cianjur, Yana Akmal Mulyadi. Menurutnya semua elemen masyarakat Cianjur harus bisa mengapresiasi dan menyambut baik gerakan tersebut. "Inikan gerakan, bukan program, jadi harus didukung oleh seluruh kalangan, bukan hanya Bupati beserta jajarannya saja," terang Yana kepada Radar Cianjur.

Informasi yang dihimpun, YPGM Cianjur yang sebelumnya berbentuk paguyuban itu sudah secara konsisten mensosialisasikan gerakan Magrib Mengaji dalam kurun waktu satu tahun terakhir. YPGM juga diketahui sudah sosialisasi Magrib Mengaji di enam kelurahan dan lima desa di sekitaran pusat kota Cianjur.

“Tentunya kami sangat setuju dan siap mendukung Bupati dalam mensukseskan program tersebut. Gerakan Magrib Mengaji juga sudah kami ujicobakan di beberapa wilayah lainnya seperti di sebagian kawasan Cianjur Utara, tentu dengan adanya program ini dari pemerintah, kami makin semangat lagi,” imbuhnya.

Saat ditanya mengenai tujuan utama YPGM gencar mendengung-dengungkan Magrib Mengaji, Yana mengaku, gerakan Magrib Mengaji merupakan sebuah langkah edukatif dalam mengarahkan generasi muda ke arah yang lebih positif. Terlebih, waktu magrib merupakan waktu yang sangat rawan bagi orang-orang yang memiliki niat yang tak baik.

“Magrib mengaji sebagai penyelamatan generasi muda di waktu-waktu rawan sambil mengisi waktu mereka dari petuah-petuah dan teladan dari guru mengaji di lingkungannya masing-masing,” sambung Yana antusias.

Menurut pendapat ahli, masih kata Yana, perkembangan remaja, baik sejara jasmani maupun rohani, ditandai oleh beberapa faktor, seperti pertumbuhan pikiran dan mental, perkembangan perasaan, pertumbuhan moral dan material, pertumbuhan pikiran dan moral, serta sikap dan minat. Karenanya, Magrib Mengaji menjadi salah satu sarana menanamkan generasi muda pentingnya menjaga sikap dan moral dari petuah-petuah daru guru mengajinya.

“Padahal Magrib Mengaji sudah dicontohkan oleh para pendahulu kita seperti Buya Hamka, Agus Salim, Soekarno, serta tokoh-tokoh lainnya. Seruan kumandang adzan sekarang ini sudah lengang jemaah,” ulasnya.

Mengingat Cianjur dikenal sebagai Kota Santri, sambung Yana, seperti tertuang dalam Perda nomor 3 tahun 2006 tentang Gerakan Pembangunan Masyarakat Berakhlakul Karimah (Gerbang Marhamah), YPGM ingin mewujudkan hal tersebut seraya mengajak generasi muda untuk kembali melantunkan ayat suci Alquran (ngaos) di majelis taklim.

“Seperti dahulu, kami harapkan Gerakan Magrib Mengaji ini akan sering didengungkan. Saat magrib, bisa terdengar lantunan ayat suci Alquran dari generasi muda yang tengah talaran, hafalan juz amma, di masjid-masjid,” harapnya.

Selain Magrib Mengaji, bupati yang baru sepekan dilantik ini juga menggulirkan program Salat Subuh Berjama’ah. Launching program itu digelar di Masjid Agung Cianjur, Rabu (25/5) subuh kemarin. Tampak hadir pada pelaksanaan salat subuh berjama’ah para kepala OPD, kelurahan, kepala desa, para camat, TNI, Kepolisian, pelajar SMP, SMA dan masyarakat umum.

Bupati Irvan berharap dengan adanya program tersebut bisa mencetak generasi kejayaan Cianjur. "Hal itu disebabkan situasi saat ini, kita Cianjur sedang mengalami krisis sosial, ekonomi, moral dan lain sebagainya," ujar Irvan.

Irvano menjelaskan, ia akan membangun Cianjur paling utama yaitu dalam segi mental lewat revolusi mental. Sebab berat bagi orang muslim melaksanakan salat subuh dan isya berjamaah. “Apabila itu bisa berhasil dilakukan, otomatis yang lain pun pasti bisa dilakukan. Serta salat subuh juga akan memisahkan virus negatif dan positif, atau muslimin dan kafir,” imbuhnya.

Bupati menegaskan, program salat subuh berjamaah masuk ke dalam laporan kerja tiap OPD dan tugasnya dibagi tiap OPD dan lainnya. Maka bagi yang tidak mengikuti giat subuh berjamaah secara rutin, maka akan dikenakan sanksi. “Sanksinya bisa pengurangan anggaran, pencabutan mobil dinas atau bisa juga jabatan," tegas Bupati.

Kapolres Cianjur, AKBP Asep Guntur Rahayu merespon positif kegiatan salat subuh berjamaah. "Sangat bagus, karena bila waktu siang itu waktunya untuk bekerja, sedangkan malam untuk istirahat, saya berharap jangan sampai malam itu digunakan waktu beraktivitas," tuturnya.(lan/cr2)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top