Pemkab Cianjur Kehilangan Potensi Pajak


PACET- Pemkab Cianjur telah kehilangan potensi pajak dari sektor real estate di wilayah Cipanas, Pacet, dan Sukaresmi. Mengingat tidak sedikit vila-vila yang disewakan tanpa dipungut pajak.

Suhendi salah seorang pelaku usaha menjelaskan, sekitar 720 vila telah disewakan di kawasan real estate mewah di daerah Kecamatan Pacet, tanpa dikenai pajak. Padahal satu unit vila bisa menghasilkan omset jutaan rupiah per hari.

Bahkan, ada salah satu perusahaan yang mengontrak sekitar 80 unit vila dalam jangka waktu bulanan hingga tahunan. Akan tetapi mereka lolos dari kewajiban pajak, tak seperti hotel dan resort yang selalu ditagih pajak.

“Padahal satu unit vila yang disewakan dalam satu hari bisa menghasilkan uang sekitar Rp2 juta hingga Rp5 juta,” terang Suhendi.

Pemerharti Pariwisata Cipanas Hamid mengatakan, pada tahun 2006 sempat ada paguyuban para broker yang kerap menyewakan vila dengan membayar retribusi kepada Pemkab Cianjur, namun entah kenapa belakangan ini retribusi yang dibayarkan sudah tidak ada lagi.

"Padahal jika dikelola dengan baik, pajak dari para penyewa vila pemasukannya sangat besar untuk pembangunan Cianjur,” katanya.

Petugas Trantib Desa Sukanagalih Mahfud menambahkan, penghasilan para broker vila per tahun lumayan besar, karena satu vila bisa disewakan dengan harga Rp350 ribu kepada wisatawan lokal, dan Rp500 kepada wisatawan mancanegara.

"Setidaknya jika pajak dikelola dengan baik pembangunan bisa lebih optimal. Apalagi saat ini PBB dibeberapa kecamatan di wilayah Cianjur Utara, sulit mencapai 80 persen, sehingga opsi pajak terhadap para penyewa vila dan kontrakan bisa menjadi alternatif," ungkapnya. (fhn)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top