Pengobatan Gratis Diserbu Warga



CIANJUR-Terletak disamping panggung utama giat peresmian RSUD Pagelaran pada Kamis (26/5) kemarin, nampak sebuah tenda yang membuka pelayanan kesehatan gratis, diserbu oleh masyarakat yang antusias ingin memeriksakan kesehatan tubuhnya secara cuma-cuma. Di tempat itu, masyarakat dilayani dengan baik sambil mengantre dengan tertib, menanti giliran diperiksa sesuai nomor antreannya.

Seperti misalnya Eti (41) warga Kampung Pasirpari, Desa Sindangkerta, Kecamatan Pagelaran. Eti mengaku, dirinya yang sudah diperiksa asam urat dan kolesterol tersebut mendapat beberapa pengarahan daro dokter yang memeriksanya. “Kata dokter ini ada asam urat dan kolesterol. Harus rutin melakukan pengecekan minimal satu minggu sekali,” ungkap Eti.

Warga juga diberikan sejumlah cinderamata seusai menjalani pemeriksaan. Salah seorang petugas administrasi pengobatan gratis, Arin Maulia menjelaskan, sejak dubika pukul 07.00 WIB, seketika pelayanan kesehatan gratis menarik aninmo yang besar dari masyarakat. Hanya berselang satu jam, sedikitnya 70 warga sudah mengantre.

Target kami 300 pasien. Kurang lebih disini ada 20 personel yang terdiri dari staf administrasi dan tenaga medis lainnya,” terang Arin kepada Radar Cianjur.

Informasi yang dihimpun, terdapat dua kamar utama yang melayani masyarakat dengan penanganan dua dokter umum, yakni dr. Arifin Yusuf dan dr. Mulani. Keduanya melayani pemeriksaan kesehatan secara umum, cek darah, kadar koleterol dan asam urat, kadar gula darah, bahkan sampai pemeriksaan kehamilan.

“Alhamdulillah sejauh ini masih berjalan lancar tanpa ada kendala sedikitpun. Warganya juga tertib mengantre. Mereka mengaku senang sudah bisa memeriksakan kesehatan tubuhnya secara gratis disini,” ungkap salah seorang perawat, Lisnawati, kepada Radar Cianjur.

Lisna menambahkan, kebanyakan yang memeriksakan kesehatan adalah masyarakat yang sudah lanjut usia. Pasalnya, di usia tersebut seseorang kerap terjangkit berbagai macam penyakit di tubuhnya.

Iya memang kebanyakan yang sudah berusia lanjut. Tapi ada juga beberapa yang diperiksa di usia produktif, imbuh dia.

Menurut Lisna, dengan adanya pengobatan gratis tersebut, semakin banyak masyarakat yang sadar untuk memelihara kesehatannya tanpa harus menunggu sakit terlebih dahulu. Kalau ada yang sakitnya cukup parah, mereka langsung masuk ke IGD untuk dirawat lebih intensif, pungkasnya.(lan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top