Raider 300 Kumpulkan Insan Media?


CIANJUR-Untuk mempererat jalinan silaturahmi, menjaga soliditas dan sinergi antara TNI dan insan media Cianjur, jajaran Batalyon Infanteri 300/Raider Banjar Kedaton (Yonif 300/Raider) menggelar acara papajar, menyongsong bulan suci Ramadan dengan mengundang sejumlah insan pewarta Cianjur di salah satu rumah makan Jalan Raya Bandung, Karangtengah pada Rabu (25/5) kemarin.

Seperti diketahui, papajar merupakan tradisi umat muslim, khususnya di tanah Sunda, dimana acara digelar oleh sekelompok orang sambil berkumpul, mempererat jalinan kekeluargaan. Hal itu pula yang menjadi gagasan utama Komandan Yonif (Danyon) 300/Raider, Letkol Inf Fikri Ferdian menggelar acara tersebut disela-sela kesibukannya.

Tujuannya untuk bersilaturahmi, kita bertemu disela-sela kesibukan masing-masing, juga saling berbagi pengalaman masing-masing. Dengan begini, kita bisa saling mengenal satu sama lain,รข€ kata Fikri.

Kendati menggelar acara secara spontan dan mendadak, namun hal tersebut tak mengurangi nilai keakraban yang terjalin. Menurutnya, momentum semacam ini menjadi ajang meraih kedekatan seraya saling mengenali satu sama lain.

Sebetulnya sudah lama saya ingin berkumpul seperti ini dan bertemu rekan-rekan media Cianjur diluar rutinitas. Kalau pun bertemu, seringkali secara terpisah. Karena itu, momen kali ini kita manfaatkan sebaik mungkin, ungkap Fikri didampingi Perwira Seksi (Pasi) Intel, Kapten Inf Novi Musa Rehatta.

Pria yang baru saja menjabat sebagai Danyon 300/Raider selama kurang lebih empat bulan itu turut mengapresiasi para insan media Cianjur yang terus memberitakan kebaikan seraya mengedukasi masyarakat Cianjur.

Kami apresiasi langkah rekan-rekan yang selalu memberitakan kebaikan. Mudah-mudahan seterusnya juga begitu. Kalau sudah kenal, ada persoalan apapun bisa dikonfirmasikan secara langsung. Ini juga berlaku untuk institusi lainnya, imbuh dia.

Suasana berlangsung hangat dan tak sedikitpun pembicaraan terasa kaku. Bahkan, beberapa prajurit angkatan darat tersebut tak segan-segan berbagi pengalamannya saat bertugas. Seperti misalnya Kapten Inf Novi Musa Rehatta. Prajurit kelahiran tanah Papua tersebut tak segan berbagi pengalamannya saat ia bertugas sebagai tentara perdamaian PBB di Lebanon.


Yang paling berkesan itu waktu kita bertugas di daerah yang sama sekali tidak ada sinyal. Jadi kalau mau berkomunikasi, harus menunggu berjam-jam, atau berjalan berkilo-kilometer jauhnya, kenang Novi.(lan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top