Ramadan, Ormas Wajib Kordinasi



CIANJUR– Kapolres Cianjur, AKBP Asep Guntur Rahayu telah memaparkan sejumlah rangkaian giat yang digelar jajaran Polres Cianjur menyongsong momentum bulan suci Ramadan 2016. Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Cianjur sudah menggelar Operasi Patuh Lodaya 2016 belum lama ini sebagai langkah awal. Asep Guntur juga tengah mempersiapkan gelaran rutin setahun sekali, seperti Operasi Ketupat yang sudah biasa dilakukan pada bulan Ramadan.

“Tujuannya tak lain adalah untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi dan juga agar pengendara lebih patuh terhadap peraturan berlalu lintas. Operasi Ketupat dalam rangka pengamanan mudik lebaran,” ujar Asep Guntur kepada Radar Cianjur.

Selain dua operasi tersebut, jajaran kepolisian juga berencana untuk menggelar operasi lainnya di masing-masing Polsek secara mandiri berkaitan dengan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), seperti penertiban petasan/mercon, penertiban miras, serta berbagai penyakit masyarakat lainnya.

Namun, yang lebih menarik, ia ternyata lebih menyoroti akan pentingya meningkatkan bertoleransi antar umat beragama yang seringkali dilupakan banyak orang. Menurutnya, Cianjur yang terbilang daerah pariwisata dan seringkali jadi akses orang berpergian menuju kota/kabupaten lainnya menuntut masyarakat untuk meningkatkan rasa toleransi. “Puasa itu salah satu intinya kan menahan nafsu, jadi kita bertoleransi. Ditambah Cianjur ini daerah wisata, tentunya yang berwisata itu tidak semuanya orang muslim, ada juga non muslim,” terang Asep memaparkan.

Selain itu, berkaitan dengan letak Cianjur yang strategis dan seringkali dilalui orang-orang yang berpergian ke kota atau kabupaten lainnya, juga harus menjadi perhatian. Pasalnya, seringkali banyak orang salah menafsirkan hal tersebut. “Ada juga musyafir, atau orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Beberapa warung makan yang buka itu menyediakan untuk mereka, yang sesuai hukum islam memang diperbolehkan untuk tidak berpuasa,” imbuhnya.

Kendati demikian, Asep juga menegaskan bahwa sejumlah warung tersebut tidak diperkenankan secara terang-terangan membuka lapaknya saat orang-orang tengah menjalankan ibadah puasa. Ia pun mengimbau, agar warung-warung tersebut memajang sebuah selebaran yang menunjukan bukti toleransinya terhadap orang-orang yang berpuasa. Berkaitan dengan penertiban miras, seperti penggeledahan dan penyitaan, Asep dengan tegas mengatakan hal tersebut merupakan tugas pihak kepolisian.

“Untuk pihak ormas, bisa bekerjasama dengan kami dan berkoordinasi. Banyak hal yang bisa kita pelajari dan petik bersama di bulan puasa, seperti menahan diri dari amarah atupun hal-hal negatif lainnya. Kalau tidak bisa menahan amarah, berarti tidak bertoleransi,” pungkasnya. (lan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top