RSUD Tanpa Kelas Pertama di Jabar



CIANJUR-Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar meresmikan secara langsung  pembangunan RSUD Pagelaran pada Kamis (26/5) kemarin. RSUD Pagelaran yang sebelumnya hanya berupa  puskesmas tersebut, disulap menjadi RSUD setelah dilakukan tahapan pembangunan selama kurang lebih dua tahun, dengan memakan anggaran sekitar Rp53 Miliar yang dananya bersumber dari pusat, provinsi dan APBD Kabupaten Cianjur.


Dalam sambutannya, disaksikan secara langsung oleh unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kabupaten Cianjur bersama unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Pagelaran, beserta seluruh lapisan masyarakat lainnya, Irvan secara gamblang menjelaskan bahwa pembangunan rumah sakit tersebut merupakan buah kerja keras Pemkab Cianjur, terutama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur dalam mewujudkan rumah sakit tanpa kelas.


Rumah sakit tanpa kelas ini bisa dibilang inovasi pelayanan yang baru di tingkat regional Jawa Barat. Mungkin di kota/kabupaten lainnya belum ada rumah sakit semacam ini, yang tidak membeda-bedakan pelayanan antara orang kaya, maupun orang miskin,” kata Irvan.

Cikal bakal dibuatnya rumah sakit tersebut, masih kata Irvan, dilatarbelakangi oleh persoalan kesenjangan ekonomi yang ada. Karenanya, Ia ingin membangun sebuah fasilitas kesehatan, seperti RSUD yang mampu menyetarakan pelayanan kesehatan kepada seluruh lapisan masyarakat, tanpa harus membeda-bedakan latar belakang ekonomi.


Nanti setelah ada BPJS baru akan dibagi dua, mana yang BPJS dan yang non-BPJS, mana yang subsidi dan mana yang tidak. Rasionya mungkin hanya untuk sampai sekitaran Tanggeung,” sambungnya.

Informasi yang dihimpun, rumah sakit tersebut memiliki delapan dokter spesialis dan enam dokter umum, serta membuka 12 pelayanan kesehatan, mulai dari pelayanan medik umum, gawat darurat, medik spesialis dasar, spesialis penunjang medik, spesialis gigi dan mulut, kefarmasian, keperawatan dan kebidanan, laboratorium, non klinik, rawat jalan, rawat inap, sampai pelayanan bank darah. Rumah sakit yang didesain khusus tipe B ini diketahui mampu menampung hingga lebih dari 400 pasien dengan rata-rata tiga sampai tujuh orang pasien dalam satu ruangan.


Pembangunan baru sekitar 80 persen. Direncanakan rampung pada 2017 mendatang. Pasien baik yang kaya ataupun yang miskin dilayani sama. Per tanggal 1 April 2016 kami sudah membuka pelayanan,” ujar Kepala Plt RSUD Pagelaran, Neng Eva Fatimah kepada Radar Cianjur, kemarin disela-sela peresmian.

Untuk peralatan dan perlengkapan kesehatannya sendiri, kata Neng Eva, sampai dengan tenaga Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki, sejauh ini masih mampu menopang pelayanan yang ada tanpa menemui kendala yang berarti. “Kita harapkan saja kedepan, pelayanannya akan semakin baik lagi,” imbuh dia.


Sementara itu, sambung Irvan, untuk sementara, jabatan Kepala RSUD memang dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt), yakni Neng Eva Fatimah yang masih diujicobakan kinerjanya dalam melayani masyarakat selama kurun waktu enam bulan kedepan. Bukan hanya karena mengikuti ketentuan pemerintah yang melarang Bupati melakukan rotasi enam bulan usai resmi dilantik, namun lebih kepada bukti kinerja pelayanan publik yang menurutnya lebih penting untuk diperhatikan.


Indikatornya adalah kepuasan masyarakat. Ini bukan hanya berlaku untuk jabatan Kepala Plt RSUD Pagelaran saja, tapi juga untuk OPD lainnya di Kabupaten Cianjur,” tutup Irvan saat diwawancarai awak media, didampingi sang istri.(lan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top