Desak tak Keluarkan Izin PT PYI Cibiuk


POLEMIK : Lokasi kawasan industri PT PYI pusat di Desa Sukasirna Kecamatan Sukaluyu.



CIRANJANG- Polemik pembangunan kawasan industri PT Pou Yuen Indonesia (PT PYI) di Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, masih bergejolak. Gelombang penolakan warga pun terus berdatangan. 

Bahkan, warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Cianjur (FMPC), berencana akan unjuk rasa turun ke jalan Kamis (2/6). 

Kordinator lapangan (korlap) FMPC, Dadan, mengatakan, pihaknya telah menggelar audiensi bersama dinas terkait di antaranya, Bappeda, BPPTPM, Dinas Pertanian dan  PSDAP. Namun, belum menemukan titik temu sehingga terpaksa akan turun ke jalan untuk menggelar unjuk rasa.
 
"Tetap kami sebagai putra daerah akan terus menyoroti dan mengawasi untuk mendesak pemkab tak mengeluarkan izin terhadap rencana pembangunan industri PT PYI di Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang,  yang menghabiskan puluhan hektar lahan pertanian,” katanya.
 
Menurutnya, masyarakat juga menolak rencana pembangunan industri, karena akan berdampak buruk terhadap lingkungan, apalagi berada di tengah-tengah lingkungan warga. 

Hal senada diungkapkan Jajat, ia menilai Pemkab Cianjur terlalu pragmatis menyikapi alih fungsi lahan. Nah, sehingga Cianjur tak jelas arah pembangunannya. Apabila bersikukuh untuk mengeluarkan izin, meskipun sudah ada resolusi penolakan dari masyarakat.
 
"Maka kami akan melakukan upaya hukum, berupa gugatan secara perdata melalui PTUN, hasil musyawarah FMPC dan warga setempat. mendesak, dan meminta DPRD untuk mengeluarkan dua rekomendasi," tegasnya.
 
Dia memaparkan lebih lanjut, DPRD Cianjur membuat rekomendasi terhadap Pemda Cianjur, untuk tidak mengeluarkan izin pembangunan mega industri menghabiskan lahan pertanian, dan dikhawatirkan akan berdampak buruk terhadap lingkungan masyarakat.
 
"Kami meminta buatkan rekomendasi untuk menindak tegas terhadap penerbitan izin PT PYI yang diduga tak memiliki dokumen izin lingkungan masyarakat,"  tungkasnya.(mat)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top