Palu Sidang Diketuk, Siswa ini Divonis





 



CIANJUR – Sedikitnya 19 perangkat persidangan memenuhi Aula Smansa pada Sabtu (28/5) kemarin. Didalamnya, sebuah persidangan terngah berlangsung dengan unsur persidangan sudah memenuhi syarat. Sudah ada hakim, jaksa, pengacara, terdakwa, saksi, serta beberapa perangkat persidangan lengkap.

Ternyata, persidangan tersebut adalah sebuah simulasi persidangan yang digelar mahasiswa dengan melibatkan langsung para siswa dalam simulasi tersebut. Dengan penuh antusias, kolaborasi antara mahasiswa FH Unsur dan para siswa Smansa diperankan layaknya persidangan betulan. Kegiatan tersebut dipandang sebagai salah satu tindak lanjut atas kerja sama yang telah dijalin antara FH Unsur dan Smansa.

Pendamping kegiatan, M Rendi Aridhayandi menjelaskan, simulasi peradilan semu (Moot Court)  ini mulanya adalah program kerja Komunitas Peradilan Semu (KPS) FH Unsur yang dilombakan di tingkat internal, nasional bahkan internasional. Tercatat dari tahun 2011, KPS FH Unsur telah mengikuti kompetisi peradilan semu di berbagai tingkatan, seperti  yang diselenggarakan di kampus Universitas Pancasila Jakarta, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, serta Universitas Katolik Atma Jaya Indonesia, Jakarta.

“Dari pengalaman tersebut, pada simulasi kali ini, ditampilkan skenario seperti pada saat lomba di UII Yogyakarta, tentang Hak Kekayaan Intelektual, dengan pelanggaran hak cipta game online. Kasus yang dipilih supaya familiar dengan para siswa,” terang Rendi kepada Radar Cianjur.

Informasi yang dihimpun, mahasiswa dan siswa yang menjadi perangkat persidangan diantaranya Tania Ilham M Arum (6B) selaku Hakim Ketua, Nenden Rahma Nabila (XI-IPS 3) selaku Hakim Anggota 1, Icha Sanuri Ramdani (XI-IPS 2) selaku Hakim Ketua 2. Perangkat lainnya seperti Jaksa 1 diperankan oleh Najib Alfariz (6A), Jaksa 2 oleh Safira Destianti (XI-IPS 2), Pengacara 1 oleh Andry Kurniawan (6A), Pengacara 2 oleh Alvia Widyani (XI-IPA 5), Panitera oleh Meyta Meilani (X-IPS 5), Saksi Jaksa 1 oleh Rendi Romansyah (6A), Saksi Jaksa 2 oleh R Silmi Fatimatu (XI-IPS 2), Saksi Jaksa 3 oleh Hasna Nabila (X-IPS 5), Saksi Ahli Jaksa oleh Sehabudin (4B), Saksi Pengacara 1 oleh Fajar M Ramdan (6A), Saksi Pengacara 2 oleh Fahmi Firmansyah (4B), serta Saksi Pengacara 3 oleh Yasmin Hasna (X-IPS 5).

“Perangkat persidangan lainnya juga turut dilengkapi, seperti Juru Sumpahyang diperankan oleh Anita Hayatunufus (4B), Petugas Keamanan oleh Arif aliyana (2A), Dokumentasi oleh Tari Nurjanah (2 A) dan yang paling menuai sorotan, yakni Hafid Aslan (X-IPA 3) yang berperan sebagai terdakwa,” imbuh Rendi memaparkan.

Sementara itu, Wakil Dekan III FH Unsur,  Cecep Wiharma mengungkapkan, hal tersebut dipandang penting guna memberikan edukasi kepada para siswa tentang dunia hukum sejak duduk di bangku sekolah, terutama bagi siswa SMA. Menurutnya, dalam memperkenalkan dunia peradilan di Indonesia, perlu dibarengi dengan simulasi semacam ini.

“Karena nanti mereka yang akan menjadi generasi penerus, khususnya para mahasiswa yang tertarik mendalami ilmu hukum di FH Unsur. Semoga saja, kedepannya para generasi penerus ini menjadi penegak hukum yang ideal sesuai cita-cita mereka,” harapnya. (lan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top