Suporter PS TNI Dilarang Nonton , Hukuman atas Penyerangan terhadap Suporter Gresik




 




JAKARTA-Komisi Disiplin (Komdis) Indonesia Soccer Championship (ISC) kemarin (4/6) telah menuntaskan sidang atas insiden bentrokan antara suporter PS TNI dan Gresik United dalam pertandingan lanjutan ISC A, di Stadion Petrokimia Gresik, 22 Mei lalu.

Dari hasil keputusan Komdis ISC tersebut, pihak Gresik United divonis melanggar pasal 60 dan 51 Kode Disiplin ISC tentang perkelahian antara suporter dan melakukan penghinaan. Atas pelanggaran tersebut, Laskar Joko Samudro disanksi denda Rp 20 juta. 

Sementara itu, Komdis menetapkan PS TNI sebagai pihak yang paling bersalah atas insiden berdarah tersebut. Untuk itu, PS TNI mendapat hukuman yang lebih berat dari Gresik United. Tim besutan Edward Tjong ini harus menanggung denda uang sebesar Rp 50 juta serta larangan tidak didampingi suporter saat menjalani pertandingan away sebanyak dua pertandingan. 

Dari putusan Komdis itu, PS TNI didakwa melanggar pasal 62 Kode Displin ISC tentang tanggung jawab tingkah laku penonton yang melakukan penyerangan terhadap penonton lain. 

Presiden Direktut PS TNI, Edy Rahmayadi saat dikonfrimasi menyebutkan bahwa mereka memang sudah mendengar keputusan tersebut. Hanya saja, dia belum bersedia memberikan banyak komentar terkait keputusan Komdis tersebut.

”Kami akan membahasanya di internal klub lebih dahulu,” kata pria yang juga Panglima Komando Cadangan Strategi Angkatan Darat itu.(jpnn)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top