Dewan Sidak PT Three Six World



**Pertanyakan Kelengkapan Perizinan
FOTO: MAMAT MULYADI/ RADAR CIANJUR
SIDAK: DPRD Komisi I menanyakan kelengkapan izin PT Three Six World kepada pihak perusahaan.


CIRANJANG- Menindaklanjuti aksi warga Desa Cibiuk terkait protes perizinan, DPRD Kabupaten Cianjur melakukan sidak ke PT Three Six World. Sidak dilakukan sehubungan laporan warga Desa Cibiuk untuk mememeriksa data perizinan pihak perusahaan itu sudah lengkap.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Cianjur, Dede Badri memaparkan, pihaknya akan menggelar jumpa pers untuk menyampaikan harapan warga Cibiuk untuk diprioritaskan dalam rekrutmen tenaga kerja. "Nah, untuk masalah sumor bor itu kewenangannya ada di provinsi mengenai perizinan atau prosedurnya. Mungkin kita hanya koordinasi sama provinsi," jelas Dede saat dihubungi wartawan ini.

Sambung anggota DPRD Cianjur dari Fraksi PKB ini, subtansinya sama dan bahasa dewan tentu akan beda dengan masyarakat. Pertimbangannya ada di eksekutif, kalau prosedurnya sudah ditempuh dan dianggap memenuhi syarat maka harus menghormati investor dan itu tak boleh sewenang-wenang.  "Ya, kalau mau menolak harus dari awal kecuali kalau ternyata ditemukan ada yang ditemukan dan ada yang mereka abaikan , baru kita bisa saja menutup operasional perusahaan tersebut," tambahnya.

Sementara itu, Forum Masyarakat Peduli Cianjur (FMPC) tergabung atasnama warga Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang masih menyoroti sidak beberapa anggota DPRD Kabupaten Cianjur dari Komisi I, Senin (25/7) mereka (warga) berharap ada solusi dan langkah terbaik untuk menjadikan suatu aspirasi dan tungtutan warga selama ini menolak keras adanya kawasan industri di Ciranjang.

Diungkapkan, Ketua FMPC, Farid Sandy memiliki harapan, sidak dari Komisi I bisa menjadi suatu jalan terang dan solusi terbaik atas apa disampaikan beberapa tungtutan warga terealisasikan, apa yang menjadi aspirasi masyarakat Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang.

"Nah, terutama mengenai persoalan Air Bawah Tanah (ABT) yang kami anggap hanya membuat sulit masyarakat dan merusak tanah bumi tercinta ini," paparnya kepada Radar Cianjur, Selasa (26/7) siang kemarin.

Farid memaparkan, PT Three Six World harus berusaha mengenai dampak kerusakan lingkungan di daerah setempat. Terutama mengenai izin harus jelas dan minta perushaan jangan bersikap arogansi, jangan mentang-mentang investasi di kampung halaman kami ini. Sebelumnya tak mengundang mereka, sebab selama ini tak menjadikan solusi terbaik buat kepentingan masyarakat.

"Buktinya, kita melakukan aksi unjukrasa (unras), untuk menolak keras adanya pembangunan perusahaan di beberapa titik Kecamatan Ciranjang. Tetap kami akan siap turun ke jalan berbondong-bondong melakukan aspirasi melalui orasi Pemkab Cianjur bisa mendengar tungtutan warga," ungkapnya. (mat)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top