Kerja Keras Asep, Pemulung Jalanan Kota Cianjur Idap Kanker dan Hepatitis, Sehari Dapat Rp50 Ribu

FOTO: M SUYUDHI/ RADAR CIANJUR
KERJA KERAS: Dengan lutunya yang sudah sakit, Asep mampu meraup Rp50 ribu yang digunakan untuk membayar makan.




PRIA tua yang dikenal dengan nama Asep (60), merupakan seorang pemulung yang sudah bekerja setiap harinya mencari barang-barang bekas di jalanan atau rumah masyarakat selama 26 tahun lamanya. Walau ia pernah mempunyai kanker dan penyakit liver sekarang, namun ia tetap berjuang mencari uang untuk biaya hidupnya. Sedangkan dalam kehidupannya sehari-hari pun ia tidak pernah ditemani satu orang pun keluarganya, sebab kedua anak laki-laki bekerja di wilayah Lampung luar pulau Jawa. Selain itu, istrinya pun meninggalnya demi lelaki lain.

Laporan : M Suyudhi, Cianjur

SETIAP harinya Asep sering berkeliling mendorong roda di daerah Cianjur untuk mengambil sebuah barang bekas yang berada di bahu jalan dan rumah-rumah masyarakat Cianjur. “Dimana aja cep tidur mah, kadang tidur di depan toko Lili Jalan Raya dan kadang juga di Hypermart. Tidur tergantung terakhir saya mencari barang,” tuturnya saat berbincang bersama Radar Cianjur di bahu jalan.

Dalam pencariannya barang bekas seperti boto-botol, kardus dan lainnya. Ia sering memulainya dari pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB setiap harinya. Disebabkan keterbatasan fisiknya juga usianya yang sudah rentan, ia pun dalam menjadi seorang pemulung barang bekas tidak dalam setiap bulan lakukan kegiatan mencari barang bekas. “Ya saya mencari barang bekas sekuat saya,karena memang sudah tua juga makanya saya berhenti-berhenti dalam perjalanan. Ini disebabkan lutut saya yang sering sakit, membuat terpaksa berhenti sejenak,” keluh Asep ketika merasa kesakitan lututnya.

Saat duduk bersama pun dan ditanyakan perihal keluarganya, ia pun menceritakan kepada Radar Cianjur mengenai kehidupannya yang kini seorang diri. Ia mengatakan, istrinya telah meninggalkan dirinya ketika saat lalu sosok istrinya pulang bekerja dari Arab Saudi dan menceraikannya yang berdampak meninggalkannya seorang diri kini. “Kalau anak dua-duanya pada bekerja di pabrik di Lampung. Pulangnya juga jarang, jadi suka sendiri aja,” ungkapnya.

Maka dari itu, ia pun kini jarang pulang ke tempat tinggal walaupun memiliki rumah di daerah Kampung Cijoho, Warungkondang. Ia lebih memilih tidur di wilayah Cianjur dimana saja tempat ia terakhir berpijak dalam mencari barang bekas. Dalam sehari, Asep mampu mendapatkan uang hingga Rp50 ribu sehari. Itu pun suka dipakai makan Rp20 ribu hingga Rp30 ribu.

Namun, ia tidak kerja kaya gini terus, saya mencari barang bekas paling tiga minggu. "Setelah itu, saya pulang ke rumah saya dan beristirahat total di rumah selama 1 bulan. Uang yang saya cari sekarang juga untuk kebutuhan makan yang dicukup-cukupin selama saya istirahat di rumah. Dimana saya sudah tua dan tidak kuat seperti dulu, juga ditambah punya penyakit,” tutupnya ketika ia akan melanjutkan pekerjaannya mencari barang bekas. (**)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top