Sapi Impor bakal Diganti Sapi Lokal

FOTO: M SUYUDHI/ RADAR CIANJUR
BERKURANG: Keberadaan sapi impor diduga kuat akan segera digantikan dengan sapi lokal.




CIANJUR – Melonjaknya harga sapi di pasaran membuat Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang berada di wilayah  Kecamatan Cianjur tidak keberatan bilamana sapi import harus digantikan oleh sapi lokal. Pasalnya, pakan sapi di Indonesia lebih efesien dibandingkan di Australia. Maka darinya, Pemilik RPH, Indra (32) mengatakan, bilamana sapi lokal mencukupi dan banyak maka dirinya tidak butuh sapi import.

“Itu pun kalau sapi lokal banyak, sementara di Indonesia semakin menyempit buat ternak sapi, liata aja ada yang mengurus sapi tidak. Malah sekarang banyak bangunan-bangunan rumah. Lahan semakin sempit, sedangkan orang memakan daging setiap tahunnya menambah,” tuturnya.

Menurut dia, bahan pakan kosentrat untuk sapi di Indonesia ini amat banyak, seperti tape, kacang-kacangan dan ikan asin yang digiling. Ia pu menjelaskan bilamana sapi import dikurangi atau diberhentikan agar harga daging sapi dipasaran murah, maka pemerintah harus melihat dulu pasokan atau stok sapi lokal di Indonesia.

“Dulu juga RPH masuknya sapi lokal dari Jawa, sekarang saya campur ada lokal dan import juga. Jadi, adanya sapi import sekarang dikarenakan mungkin harga sapi dari Jawanya tidak tau mahalan, tidak tau kurang barangnya atau bagaimana,” tandasnya.

Lanjutnya, sapi masuk ke Indonesia melalui importer, lalu masuk ke penggemukan yang dilanjutkan ke RPH dan dimasukan ke pasar. Kalaupun nantinya sapi import diberhentikan pasokannya, ia pun tidak keberatan sebagai RPH. “Ya tidak apa-apa, yang penting ada barang sapi lokal dari mana-mana. Lagian kita tidak ambil untung banyak-banyak, yang penting ada masukan aja. Sebab RPH Cuma terima barang aja dari tempat penggemukan,” kata Ferdi.

Dalam penjualannya ke pasar pun, ia memasukan daging sapi impor kepada para pedagang pasar sebesar Rp100 ribu hingga Rp102 Ribu. Sebab menurutnya bilamana sapi lokal di keteng, harganya dapat mahal. “Bisa mencapai Rp140 ribu sampai Rp150 Ribu. Kalau kita ngasih harga gimana dari tempat penggemukannya. Ya mahal juga mugkin ada mafia-mafianya di jalan, saya juga kurang tau. Sebab kita RPH hanya menerima dan menjual ke pasar,” tutupnya. (yud)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top