BSM Disunat, Gaji Honorer Ditahan

FOTO: MAMAT MULYADI/ RADAR CIANJUR
PENYELEWENGAN: Kepala Sekolah SDN Babakancaringin diduga telah melakukan pemotongan dana SM. 


BOJONGPICUNG- Sejumlah orangtua murid yang menyekolahkan anaknya di SDN Babakancaringin mengeluh. Mereka menilai, dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) di SD yang berlokasi di Kampung Babakancaringin, Desa Cikondang ini disunat Kepala Sekolah (KS).

Informasi yang dihimpun dari sedikitnya 12 orangtua murid menyebutkan, ukan hanya bantuan BSM saja, namun ada anggaran bantuan lainnya diduga tak diterapkan seutuhnya untuk keperluan sekolah dan para siswa. Seperti halnya, gaji sedikitnya delapan guru honorer tak diberikan alias diterima.

"Bantuan BSM yang akan diterima sebanyak 12 siswa sampai detik ini tak diberikan. Padahal itu kan bantuan dari pemerintah langsung yang memang wajib harus diberikan seutuhnya. Mana ini kan tak ada realisasinya sama sekali?," ungkap salah satu ibu siswa yang enggan namanya dikorankan.

Hal senada dikatakan, salah satu guru honorer SDN Babakancaringin yang enggan namanya disebut. Untuk gajih para honorer juga belum diberikan dan diterima padahal banyak keperluan dan kebutuhan untuk sehari-hari.

"Rata-rata uang gaji honorer diberikan sebesar Rp200 ribu sampai Rp300 ribu selama per bulan. Namun,  ini sudah tiga bulan tak kunjung juga diberikan juga, padahal kami sangat menunggu," paparnya kepada wartawan ini, siang kemarin.

Terpisah, Kepala Sekolah SDN Babakancaringin, Samsudin membantah dan mengklarifikasi soal tuduhan yang disampaikan kepadanya. Uang gaji sudah diterima dan diberikan kepada guru honorer. Sedangkan untuk persoalan BSM rencananya akan diberikan besok, Rabu (24/8).

BSM pada tahapan pertama sebanyak 40 siswa dan tahap kedua 11 siswa bukan 12 siswa. Kisaran BSM sebanyak Rp225 ribu untuk kelas 1 dan untuk kelas 2 hingga kelas 6 sebesar Rp450 ribu per siswa.

"Nah, karena persoalan ada beberapa guru honorer yang memang jarang masuk sekolah untuk mengajar, maka akan dipotong. Bukan tak diberikan seutuhnya karena tak mengajar siswa sebagaimana kewajiban dan tanggungjawab seorang pendidik," paparnya. (mat)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top