Cerita Mistik Dibalik Tenggelamnya Dua Remaja di Waduk Jangari Sepasang Boneka 'Pocong' jadi Pertanda


TONI (19) dan Yana (15) dua warga Kabupaten Sukabumi yang tewas tenggelam di Waduk Cirata pada Jum'at dinihari (19/8), menyisakan kisah pilu sebelum ajal menjemput mereka. Pihak keluarga yang masih merasa berat lantaran ditinggalkan, merunut kisah sebelum keduanya wafat dimana mereka membuat dua buah boneka mayat lengap beserta kuburannya, pada perayaan HUT RI ke 71 di kampung halamannya.

Laporan: HERLAN HERYADIE, Cianjur

TEPAT pada peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia (17/8) kemarin, selang beberapa hari sebelum Toni (19) dan Yana (15) ditemukan mengambang di Waduk Jangari, sepasang boneka yang dibungkus kain kafan mirip sesosok pocong lengkap dengan kuburannya sempat dibuat oleh mendiang Toni dan Yana di  Kampung Ciperdah, Desa Bencoy, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi. Bukan untuk menakut-nakuti, namun sekedar iseng memeriahkan suasana 17 Agustusan.

Tradisi membuat boneka di kampung halaman Toni diungkapkan pihak keluarga memang sudah menjadi kebiasaan pada saat perayaan HUT RI, namun yang membuat heran, saatdi teman-teman di kampung halamannya membuat boneka tokoh-tokoh pejuang, perilaku kedua korban justru dianggap lain dari biasanya, dipandang sangat aneh oleh warga serta keluarga karena dua boneka pocong
tersebut. Selain boneka pocong, persis di hadapan kedua boneka tersebut diletakan kedua bersaudara itupun menggali liang lahat semacam kuburan. Meski aneh, tapi pihak keluarga tidak merasakan firasat akan kepergian keduanya.

Ade (30) warga Kampung Ciperdah, Desa Bencoy, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi yang juga merupakan bibi Tony mengungkapkan, mungkin perilaku kedua korban pada saat itu menjadi sebuah pertanda keduanya sebelum berpulang "Ketika saya mendengar kedua korban tewas tenggelam di tempat kerjanya yaitu di salah satu kolam di Waduk Cirata, saya langsung mengingat akan sepasang boneka pocong yang dibuat keponakan saya belum lama ini," ungkapnya kepada Radar Cianjur, kemarin (22/8).

Kenangan tersebut menurut Ade, membuat pihak keluarga yang ditinggalkan merasa berat dan terpukul sebab boneka pocong tersebut kemungkinan menjadi pertanda sebelum ajal menjemput Toni dan Yana. Diakuinya juga kini sepasang boneka itu masih berada persis di tempat yang diletakan oleh keduanya. "Bonekanya masih ada, tapi rencananya setelah jenazah nanti dikuburkan boneka itu juga akan ikut dibuang karena khawatir membuat keluarga tidak bisa mengikhlaskan kepergian korban," ujarnya sambil mengurai air mata.

Sementara ayahanda korban, Abdul Qodir Jaelani mengaku tidak mengetahui perilaku aneh tersebut pasalnya ia tidak tinggal bersama korban, melainkan di Provinsi Jambi untuk mencari nafkah. Kendati demikian, Abdul mengungkapkan bahwa selain meninggalkan keluarga, Toni juga meninggalkan seorang calon istri bernama Dede (18) asal Kabupaten Cianjur.

"Sebelum lebaran pada waktu itu Toni meminta saya untuk meminang seorang gadis asal Cianjur dan akan menikahinya di bulan September, sehingga pada saat itu Toni pun melakukan pertunangan," kenangnya.(**)


2 komentar:

  1. Hilang Tanpa Jejak Di Jangari www.winano.xtgem.com

    BalasHapus
  2. Hilang Tanpa Jejak Di Jangari www.winano.xtgem.com

    BalasHapus


Top