Dilema untuk Pemerintah



METRO- Pergunjingan dan wacana kenaikan harga rokok terus menuai ragam sorotan. Harganya yang dinilai bakal melambung tinggi ini pun turut mendapat perhatian dari Pengamat Kebijakan Perpajakan Cianjur, Kuswandi.

Menurutnya, pemerintah, dalam hal ini, tengah merasakan dilema yang luar biasa. Artinya, di satu sisi, kesehatan masyarakat menjadi lebih dengan mengurangi bahkan berhenti mengkonsumsi rokok. Namun, di lain sisi, perekonomian pun menjadi kurang menguntungkan.

"Saat ini pemerintah tengah dilema. Kesehatan menjadi lebih baik, ekonomi kurang menguntungkan," ujarnya kepada Radar Cianjur. Ia menjelaskan, di sisi ekonomi, mahalnya harga jual rokok akan membuat sejumlah pabrik, perusahaan hingga petani rokok menjadi lebih sulit mendapatkan untung.

Harga yang menjadi lebih mahal, otomatis membuat daya beli masyarakat terpengaruh. Artinya, hanya kalangan masyarakat tertentu yang sanggup membeli rokok. "Untuk masyarakat yang senang merokok dan memiliki keterbatasan daya beli secara berangsur akan berhenti," tuturnya.

Beralih ke segi kesehatan, pengurangan merokok akan membuat kondisi tubuh menjadi lebih sehat. Bagi Kuswandi, tujuan sebenarnya pemerintah hendak menaikkan harga rokok adalah untuk melindungi anak-anak dari bahaya merokok. "Dengan harga rokok yang tinggi maka anak-anak akan sulit untuk membelinya," paparnya.

Lebih lanjut Kuswandi mengatakan, kenaikan harga rokok ini tak lepas dari kenaikan harga bea cukai. Meski belum mengetahui kabar pasti kenaikan bea cukai, namun ia memaparkan, pajak memiliki duda fungsi saat ini. Pajak akan berfungsi sebagai budgeter atau pembiayaan dan sebagai reguleren atau pengaturan.

Apabila disangkutpautkan, bea cukai ini mampu mengatur berbagai segi dalam bermasyarakat. Kenaikan harga rokok yang tengah diperbincangkan ramai ini secara langsung dan tak langsung turut menyeret berbagai sisi. "Setiap kebijakan tentu akan menuai pro kontra. Namun, kedua-duanya tak boleh dilepaskan begitu saja baik dari sisi negatif dan positif," pungkas Akademisi Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur ini. (yaz)  

Dampak Positif
- Kesehatan menjadi lebih baik
- Pendapatan negara meningkat
- Tekan angka perokok anak

Dampak Negatif
- Timbul pabrik rokok dadakan
- Rokok murah bermunculan
- Pabrik atau perusahaan rokok merugi

Diolah dari berbagai sumber


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top