Full Day School Rampas Hak Anak



CIANJUR – Wacana bakal diberlakukannya sistem Full Day School (FDS) atau Sekolah Sehari Penuh di Cianjur baik untuk sekolah negeri, maupun swasta kian menuai polemik. Pasalnya, kebijakan yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) itu dianggap merampas hak siswa untuk menghabiskan waktu lainnya di luar jam sekolah.

Kepala SMAN 1 Cilaku, Agustia mengatakan, pihaknya kurang menyetujui ikhwal pemberlakuan kebijakan tersebut disekolahnya. Penerapan sistem tersebut menurutnya secara otomatis akan membuat hak anak untuk bermain terampas.

“Jika dilihat dari segi waktu misalkan dengan menggunakan sistem kurtilas, mulai KBM pukul 07.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Nah, jika melihat kondisi mental anak apalagi dalam masa pertumbuhan, yang emosionalnya masih labil, jika terlalu dibebani akan kasihan anak tersebut,” kata Agustia.

Menurutnya, pemerintah pusat dalam hal ini seharusnya memikir ulang jika ingin memberlakukan sistem seperti Full Day School ini, terutama dampak untuk kedepannya. Pasalnya, penerapan FDS ini menuntut perhatian penuh dari para guru yang sanggup mengajar hingga seharian penuh. Belum lagi, pihak sekolah harus menyediakan makan siang kepada para siswa selama di sekolah.

“Makan anak itu harus dipikirkan. Mereka nantinya tidak akan konsen belajar dalam keadaan lapar dan lemas. Sedangkan melihat kondisi siswa, mereka biasanya diberi uang jajan tidak besar. Kecuali kalau pemerintah pusat mau menanggung biaya makan mereka tiap-tiap sekolah. Selain itu, gaji guru yang mengajar pun harus dipikirkan,” sambungnya.

Di lain pihak, Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cianjur, Jumati menyampaikan hal berbeda. Pihaknya mengaku setuju dengan adanya penerapan program tersebut dengan alasan pemerintah pusat pasti menerapkan program atas dasar tujuan yang baik. “Setuju, karena mungkin pemerintah pusat pun melihat kondisi permasalahan sosial dalam pendidikan saat ini, seperti banyaknya tawuran. Sehingga permasalahan semacam itu dapat dicegah dengan adanya kegiatan di sekolah,” aku Jumati.

Senada dikatakan Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Cianjur, RA Ridwan. Ia menilai, program tersebut sebenarnya adalah ide dari Dewan Pendidikan Kabupaten Cianjur yang telah mengusulkan kepada pihak pemerintah pusat beberapa waktu yang lalu, namun baru direalisasikan pada momentum kali ini. “Kami sangat jenuh melihat kondisi pendidikan saat ini yang banyak diwarnai permasalahan sosial seperti tawuran, kekerasan pada anak dan permasalahan lainnya,” ungkap dia.

Ridwan tentu merasa sangat setuju jika wacana pemberlakuan sistem Full Day School benar-benar akan direalisasikan. Terlebih, sistem tersebut lahir atas inisiasi Dewan Pendidikan Cianjur. “Selain itu, penerapan Full Day School ini harus didukung pemkab Cianjur, terutama dari Bupati,” tegasnya. (riz/lan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top