Guru Olahraga Tewas Ditusuk



BANDUNG-Seorang guru olahraga tewas ditusuk oleh sekelompok orang tak dikenal di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Senin (22/8).

Korban bernama Tatang Wiganda (40) itu merupakan seorang guru olahraga di SMP/SMA YAS, Bandung. Tatang tercatat sebagai warga Gang Haji Tamim, Padasuka, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung

“Konon kabarnya ada yang memaksa meminta uang, beliau melawan lalu ada pelaku yang nusuk ke tubuh korban, kehabisan darah karena ditusuk sebelah kanan perut," ujar Kepala Sekolah SMP YAS, Mahdar.

Setelah ditusuk, korban ditolong oleh warga yang berada di sekitar terminal. Mereka membawa Tatang ke Rumah Sakit Santo Yusuf agar segera mendapatkan perawatan, namun sayang dia kemudian meninggal dunia. “Karena kehabisan darah katanya. Meninggal,” lanjutnya.

Sementara, lokasi kejadian berada tepat di Jalan A.H Nasution, tak jauh dari Terminal Cicaheum, Kota Bandung. Peristiwa sendiri terjadi pada pukul 16.00 WIB, Senin (22/8).

Mahdar menyebut kalau Tatang baru pulang mengajar ekstrakulikuler kepada murid SMP Y.A.S. Tak terima diperlakukan seperti itu, Tatang pun membela diri.

“Jadi dia (Tatang) itu baru pulang dari ngajar renang di GM Cikadut. Pulang mau kembali ke sekolah ada yang megat di jalan. Katanya meminta uang,” tambah Mahdar.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yusri Yunus menyampaikan sesuai dengan keterangan saksi ada tiga orang pelaku yang memepet korban saat berada di atas kendaraannya.
Di lokasi kejadian, ketiga orang ini, kata Yusri, sempat berkelahi dengan korban. Saksi melihat Tatang berlari sambil dikejar oleh pelaku.

“Setelah berkelahi korban lari sambil dikejar para pelaku. Tak lama kemudian korban sudah tergelatak di sebelah roda dagangan milik salah satu pedagang di sana. Warga membawa ke rumah sakit terdekat,” kata dia melalui pesan singkatnya.

Yusri melanjutkan korban sempat mendapatkan perawatan intensif dari pihak Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Santo Yusup.

“Korban meninggal di RS setelah mendapatkan penanganan medis karena kehabisan darah,” ucapnya.

Informasi terakhir, Polisi mengamankan 2 preman calo angkot yang diduga mengeroyok korban. “Sejauh ini sudah ada dua pelaku yang berhasil diamankan oleh kami, mereka masih dilakukan pemeriksaan,” ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yusri Yunus.

Yusri menegaskan tewasnya Tatang bersimbah darah tidak ada keterkaitan dengan siswa atau pun orang tua siswa seperti isu yang beredar saat ini. Yusri mengatakan para pelaku tersebut merupakan preman di Terminal Cicaheum. “Mereka itu calo angkot di sana (Terminal Cicaheum),” ungkap dia.
Dari hasil pemeriksaan sementara, motif pelaku yang melakukan penganiayaan karena salah satu preman tersenggol oleh kendaraan roda dua yang digunakan oleh korban.

“Jadi kesenggol lalu dia merasa enggak terima dan ngejar korban sempat berantem. Tapi karena jumlah kalah banyak korban kan sempat lari," kata Yusri.(*/net)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top