Makin Mepet, Keberangkatan Calhaj Terancam



CIANJUR– Hanya tinggal hitungan hari, sedikitnya 1.061 calon jemaah haji asal Cianjur akan berangkat menuju Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam yang kelima. Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Urusan Haji dan Umroh Kemenag Cianjur, Abdul Rauf menjelaskan, para calon jemaah akan diberangkatkan dalam tiga kloter utama.

Pemberangkatan pertama, yakni kloter 18 akan terbang menuju Mekkah pada 15 Agustus. Kloter kedua, yakni kloter 39 akan berangkat pada 23 Agustus dan terakhir kloter 53 akan berangkat pada 29 Agustus. Sejak subuh hari, para jemaah diharuskan berkumpul di Kantor Kemenag Cianjur untuk selanjutnya diberangkatkan menuju Embarkasi.

Namun, mendekati hari pemberangkatan, pihak panitia masih berkutat dengan berbagai persoalan administrasi. Padahal, apabila kepengurusan administrasi tak kunjung rampung maka calhaj terancam batal berangkat ke Tanah Suci. Tak ingin menyisakan persoalan seperti tahun lalu, Abdul Rauf mengaku, hingga kini pihaknya masih mengurusi visa dan paspor jemaah yang dikelola oleh pihak Embarkasi.

Belum lagi, pihak panitia harus melayani calon-calon jemaah lainnya yang mendaftar pada tahun 2016 ini untuk pemberangkatan tahun-tahun selanjutnya. “Kita masih plotting paspor calon jemaah. Visanya sudah keluar atau belum, itu datanya terhimpun di Embarkasi. Kita monitoring terus setiap hari,” kata Abdul Rauf kepada Radar Cianjur.

Meski tidak ada kendala yang berarti dari tahun ke tahun, ia terus memantau perkembangan informasi yang nantinya akan dipaparkan langsung kepada calon jemaah yang siap berangkat tahun 2016 ini. Pihaknya juga mengaku masih mendata sejumlah calon haji yang diperkirakan batal berangkat tahun ini.

“Baik di Cianjur atau di kota atau kabupaten manapun, pasti ada calon jemaah cadangan yang dipersiapkan mengantisipasi jemaah yang batal berangkat. Penyebabnya bermacam-macam, ada yang meninggal, sakit atau penyebab lainnya,” imbuh dia.

Secara teknis, Kemenag Cianjur wajib memfasilitasi calon jemaah mulai dari pemberangkatan menuju Embarkasi hingga proses pemulangan ke kampung halamannya masing-masing. Sementara untuk urusan lainnya berada dibawah tata kelola pihak provinsi dan pusat.

“Yang siap berangkat kita berikan paspor berikut bukti pelunasannya ke kantor wilayah Jawa Barat. Nanti diproses, lalu mereka siap diberangkatkan. Mudah-mudahan saja pemberangkatan tahun ini semakin lancar tanpa terkendala,” harapnya. (lan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top