Penasaran Lihat Sakura Bermekaran



CIANJUR-Ribuan wisatawan lokal hingga mancanegara memadati Kebun Raya Cibodas (KRC) pada Minggu (21/8) kemarin lantaran penasaran ingin melihat bunga sakura bermekaran yang ditanam di kawasan tersebut. Meski tidak mekar secara serempak, namun kebanyakan pengunjung tetap menikmati areal taman tematik yang dibangun sejak 2007 tersebut diatas lahan seluas 7.000 meter persegi.

Informasi yang dihimpun, angka kunjungan ke KRC setiap akhir pekan bisa menembus angka rata-rata diatas 2.500 hingga 3.000 pengunjung. Belum lagi pada momentum libur atau tanggal merah lainnya, angka kungjungan bisa mencapai rata-rata 6.000 pengunjung.

Humas KRC, Tatang menjelaskan, terdapat lima jenis bunga sakura diantaranya Prunus Cerasoides, Prunus Yedonesis, Prunus Jamasakura, Prunus Lannesiana dan Prunus Sp. Diantara kelima jenis tersebut, yang paling dominan adalah jenis Cerasoides asal Himalaya dengan bunga yang mekar sempurna. Sakura berbunga sekitar dua kali dalam setahun dimana periodenya menginjak Januari-Februari dan Agustus-September.

“Namun tidak seperti yang santer beredar, sakura disini bermekaran secara parsial, tidak bersamaan. Mungkin ini disebabkan oleh faktor cuaca yang tidak bisa diprediksi. Selain itu tergantung juga dengan lama tidaknya si bunga itu bertahan,” ungkap Tatang kepada Radar Cianjur saat tengah berkeliling taman.

Kendati tak bisa melihat bunga sakura bermekaran secara bersamaan, Tatang menilai, pengunjung tetap bisa menikmati suasana taman tersebut atau bahkan objek wisata lainnya yang bisa dinikmati. Taman Sakura sebagai spot paling menarik wisatawan dikelola dengan baik agar wisatawan tetap bisa bersantai, terlebih dalam hal kebersihan.

“Selain bunga sakura, pengunjung bisa menikmati taman dengan suasana gunung, sejuk, lengkap dengan sungai kecil air pegunungan. Berarti kita harus jaga kerapian dan kebersihannya,” imbuh Tatang.

Salah seorang pengunjung asal Jakarta, Hani (25) menuturkan, ia sengaja datang dari Ibukota untuk melihat seperti apa bunga sakura bermekaran. Lantaran ini kali pertamanya berkunjung ke KRC dan menyaksikan bunga sakura, ia mengaku sangat penasaran melihat bunga sakura seperti yang sering ia lihat di layar kaca.

“Kebetulan ada teman juga yang tinggal dekat sini kasih tahu ada bunga sakura. Kesini bareng teman-teman kantor, tujuannya iseng. Harapannya sih ingin lihat bunga sakura, tapi sayangnya tidak mekar semua seperti yang ada di Jepang,” kata Hani.

Senada dengan Hani, hal serupa disampaikan pasangan muda asal Jakarta, Devi (30) dan Fredi (27). Mereka yang mengaku sudah berulang kali berkunjung ke KRC itu mengaku penasaran ingin melihat bunga sakura bermekaran seperti di negeri asalnya, Jepang. Kendati tak sesuai harapan, pasangan yang baru saja menikah itu tetap menikmati suasana sejuk khas pegunungan Cibodas yang bisa mereka peroleh di kampung halamannya.

“Tempatnya indah, udaranya sejuk. Jadi enak aja gitu. Kurang lebih kayak di Jepang, jadi mungkin tidak perlu jauh-jauh ke Jepang untuk melihat bunga sakura. Ini yang keenam kalinya kita kesini,” kenang Devi.(lan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top