Pesantren Harus jadi Pembimbing Moral

FOTO: DEDE SANDI MULYADI/RADAR CIANJUR
DIBAHAS: Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Deding Ishak saat mensosialisasikan empat pilar di Ponpes Nurul Huda Attafsiri Kecamatan Campakamulya.



CAMPAKAMULYA- Pondok pesantren harus tetap eksis walaupun zaman sudah berubah. Menjadi pelita, pembimbing sekaligus pengawal ahlak atau moral.
Hal itu dikemukakan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Deding ishak dalam acara sosialisasi empat pilar di Pondok Pesantren Nurul Huda Attafsiri Jalan Neglasari, Desa Campakawarna, Kecamatan Campakamulya.

“Kalau perspektif kebangsaan adalah moral bangsa, tetapi untuk kita bisa diterjemahkan sebagai ahlakul karimah,” kata Anggota Pimpinan FPG MPR RI ini. Menurutnya, pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang telah melahirkan para pemimpin-pemimpin bangsa ini seperti Gusdur dan Cak Nur.
Bahkan pesantren dalam sejarah kebangsaan Indonesia, pesantren menjadi kubu pusat pertahanan dalam rangka memerdekakan bangsa Indonesia. “Kita ingat bagaimana perjuangan KH Hasyim Asyari yang telah menginspirasi dan mendorong gerakan yang dikomandani oleh Bung tomo di Surabaya. Pun di Jawa Barat seperti KH Mustopa dan lainnya, termasuk KH Abdullah Bin Nuh asal Cianjur,” tuturnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, pondok pesantren akan tetap eksis dalam kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan sebagaimana pernah diungkapkan oleh para sesepuh di Kementrian Agama (Kemenag). “Saat ini pondok pesantren sudah mengalami proses adaptasi kemajuan dalam rangka pesantren tetap eksis meskipun zaman berubah,” ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Huda Attafsiri, Syarif Hamdani mengaku, selama ini Ponpes Nurul Huda selalu menanamkan kecintaan kepada negara dan pancasila, dengan harapan santri dapat menambah kecintaan terhadap negara tercinta Indonesia. “Sebagaimana dalam hadist mengatakan bahwa cinta kepada tanah air merupakan bagian daripada iman. Apalagi dalam pancasila tidak terlepas dari Alquran. Jadi, ketika kita mengikuti undang-undang dan pancasila, maka insha Allah kita telah mengikuti Alquran,” jelasnya. (des)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top