Pro-Kontra Warga dengan PT Three Six World **Pihak Perusahaan Klaim Sudah Minta Izin

FOTO: MAMAT MULYADI/ RADAR CIANJUR
PROTES: Aksi warga Cibiuk beberapa waktu lalu kepada 


SEMAKIN menjamur  berkembang secara berlahan, beberapa perusahaan atau pabrik di kawasan Cianjur Timur tuai protes alias pro kontra antara warga dengan pihak perusahaan. Warga tuding, pihak perusahaan telah menodai dan mencemari lingkungan sekitar dan bersikap arogansi. Namun, di sisi lain pihak perusahaan membantah bahwa semuanya sudah selesai segala perizinannya itu sedang diproses. Bahkan, katanya keberadaan pabrik bisa memperdayakan warga setempat untuk bekerja. Tapi warga menolak sebelumnya tak mengundang perusahaan dan tanpa adanya mereka masih bisa menghidupi keluarganya.

Laporan : MAMAT MULYADI, Ciranjang

HASIL pantauan di lapangan dan pernyataan sikap warga setempat. Seperti halnya, sebelumnya mereka sudah turun ke jalan. Sabanyak ada sekitar ratusan massa tergabung atas nama warga Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang menggelar aksi unjukrasa (unras). Jumat (22/7) pertengahan Juli 2016 ini. Tetap keras ngotot warga minta ditutup dan Pemkab Cianjur bisa mendengarkan aspirasi dan tungtutannya.

"Ya, sebelum kami ontrog perusahaan PT Three Six World. Kami, menolak keras adanya kawasan industri menguras habis lahan produktif, harusnya Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Cianjur bisa secepatnya tutup perusahaan tersebut. Jangan seakan tak tahu dan mengabaikan apa diaspirasikan masyarakatnya," beber Ketua FMPC, Farid diamini beberapa pengurus lainnya belum lama ini kepada media ini mengungkapkan.

Dia menambahkan, tegaskan, maskud kedatangan kami ini baik, tujuannya demi penyelamatkan lahan produktif, dan bumi ini dari keserakahan dimana telah dibangun oleh Perusahaan PT Three Six World. Kami meminta bisa tegas kepada pemangku kebijakan, agar segera ditutup. Pasalnya, berdirinya perusahaan di daerah sini kami sebagai warga setempat menolak kersa dan perusahaan tersebut telah menyalahi aturan.  "Mulai dari perizinan hingga MoU dengan warga sekitaran perusahaan asing," ucap Farid.

Pihak perusahaan mengelak dan mengklarifikasi, mengenai perizinan pembangunan pelaksanaan sumur bor. Nah, bila tak percaya atau bertanya-tanya, maka silahkan pertanyakan ke pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Cibiuk. Perusahaan sudah minta izin ke pihak desa dan itupun bukan sumur bor dan sifatnya merusak mata air ke lingkungan sekitar melainkan hanya kebutuhan pengerjaan bangunan saja.

Farid mengungkapkan, ini malahan  aksi unras kesekian kali sebelumnya telah ontrog perusahaan. Tetap, kami sebagai warga asli putra daerah (wajah pribumi) akan terus mendesak kepada Pemerintah Daerahg (Pemkab) Cianjur, untuk menutup perusahaan PT Three Six World ada di wilayah Kecamatan Ciranjang.

"Sudah harus disegel. Ya, karena ini tak sesuai dengan peraturan berlaku UUD No 32 Tahun 2009, tentang lingkungan hidup dan barang siapa melanggar dapat dikenai pidana dengan ketentuan Pasal 109 ayat 1, UUD No 32 Tahun 2009. Khususnya itu megenai pembuatan sumur bor, sampai saat ini masih belum memiliki izin jelas," bebernya kepada wartawan ini.

Di lain pihak, Humas PT Three Six World, Tedi Mulyadi menyebutkan berikan keterangan. Bahwa, perusahaan ini merupakan anak cabang dari PT Fasic, nah kalaupun keberadaan perusahaan ini Sebenarnya dianggap perlu dan tak perlu. Pasalnya, ini akan ada pemberdayaan pertimbangan. Tentu nantinya akan meresap tenagakerja. Adapun mengenai perijinan, kita Sudah menempuhnya. Apabila perusahaan belum memiliki izin ditempuh, maka silahkan saja tutup perusahaannya.

"Namun, dengan satu syarat menutupan harus berdasarkan pemerintah, langsung yang turuntangan," bantahnya dengan nada keras dan lantang dihadapan para pendemo.(**)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top