Sopir Belum jadi Tersangka


CIANJUR-Jajaran kepolisian hingga kini masih mendalami soal kecelakaan maut di Jalan Raya Cianjur-Sukabumi, Bangbayang, Kecamatan Gekbrong pada Sabtu (30/7) kemarin yang mengakibatkan sedikitnya sepuluh nyawa melayang dan delapan orang luka-luka.

Kapolres Cianjur, AKBP Asep Guntur Rahayu mengatakan, pihaknya lebih memilih untuk terlebih dahulu melakukan penyelamatan sebagai misi kemanusiaan. Ia tak ingin beberapa korban yang mengalami luka yang cukup parah menambah daftar panjang korban jiwa lantaran terlambat mendapat penanganan medis.

"Ini tugas kemanusiaan bagi kepolisian. Kita ingin fokus menolong korban kecelakaan. Jangan sampai korban luka berat, kita terlambat membawa ke rumah sakit, akibatnya fatal," kata Kapolres.

Selain itu, pasca kecelakaan, Asep Guntur juga gencar memfokuskan sejumlah jajaran untuk memperlancar arus lalu lintas yang sempat tersendat. Pasalnya, saat proses evakuasi berlangsung selama kurang lebih dua jam, arus lallu lintas di lokasi kejadian mengalami kemacetan yang cukup panjang.

"Kita khawatir ada yang sedang terburu-buru, misalnya yang sakit atau melahirkan, baik dari arah Sukabumi menuju Cianjur ataupun sebaliknya jadi terhambat," sambungnya kepada Radar Cianjur.

Kendati demikian, Kapolres memastikan proses penyidikan bakal dilakukan guna mengungkap kebenaran dibalik peristiwa nahas tersebut. Sejumlah informasi berikut keterangan para saksi tengah dikumpulkan guna kepentingan proses penyidikan. Bukti-bukti yang ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) juga mulai dikumpulkan jajaran kepolisian.

"Penyidikan pasti kita lakukan, setelah semua korban yang selamat diobati. Sopir maupun kernet kan mengalami luka berat, sehingga tidak mungkin sekarang kita mintai keterangan. Setelah pulih, baru akan kita lanjutkan," pungkasnya.(lan/dil)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top