Target Retribusi Parkir Rp1,8 Miliar



CIANJUR-Tak bisa dipungkiri bahwa retribusi parkir merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai cukup menjanjikan, terutama di pusat kota Cianjur. Pasalnya, dengan semakin bertambahnya jumlah kendaraan di Cianjur, semakin besar pula sirkulasi parkir yang didapat.

Namun demikian, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Cianjur, melalui Kepala Seksi (Kasie) Prasarana dan Sarana Lalulintas, Jekso Ronggo Ardhi.
Pihaknya mengaku masih ingin menargetkan retribusi parkir hingga sebesar 30 persen, mengingat masih banyak kawasan yang dianggap potensial dan belum banyak digali oleh pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur.

“Hingga kini, beberapa wilayah belum dapat dimanfaatkan untuk menambah (PAD) di bidang retribusi parkir, sehingga potensi tersebut tidak masuk ke kas daerah. Padahal potensinya cukup besar,” ujar Jekso.

Karenanya, Jekso berencana menggenjot potensi parkir yang saat ini terabaikan, yakni sekitar 50 persen. Angka tersebut jika dirupiahkan bisa mencapai Rp900 juta. Targetan tersebut mengalami kenaikan dari tahun lalu yang jumlahnya sebesar Rp1,3 miliar.

Otomatis, target tersebut membuatnya harus memutar otak, mengingat bidang parkir yang sebelumnya sangat ramai, kini cenderung mengalami penurunan. Belum lagi, sekarang masih marak praktek parkir liar. Pusat keramaian juga yang sebelumnya berpusat di Pasar Bojong Merong, kini berpidah ke Pasar Induk Pasir Hayam.
“Sebelumnya, parkir cukup padat diikuti pergerakan perekonomian yang ada. Tahun 2015 lalu, kita dibebankan PAD retribusi parkir sebesar Rp1,3 miliar. Sekarang naik 30 persen, jadi Rp1,8 miliar,” imbuhnya.
Kendati demikian, Jekso berjanji di 2016 ini Dishubkominfo akan membenahi sejumlah sarana dan prasarana sektor perparkiran yang ada di Cianjur. Meski anggaran belum disetujui, sejumlah pembenahan akan diberlakukan seperti penentuan dan penetapan titik-titik lokasi parkir beserta kelengkapannya, baik parkir maupun rambu-rambu.

“Untuk pembenahan fasilitas, dibutuhkan dana sedikitnya Rp600 juta, meliputi markah, rambu-rambu, alat kelengkapan dan seragam parkir. Kami optimis target Rp1,8 miliar di tahun 2016 ini akan tercapai,” tegasnya optimis.

Informasi yang dihimpun, hingga saat ini parkir di Pasar Induk Pasir Hayam masih tidak dipungut biaya, artinya Dishubkominfo tidak memungut retribusi apapun. Karenanya, Jekso harus mencari potensi-potensi lain diluar hal tersebut. Pihaknya juga akan menjalin kerjasama dengan pihak kepolisian untuk menindak parkir ilegal yang ada di Cianjur.

“Begitu juga dengan parkir liar. Itu menjadi target kami untuk meningkatkan retribusi. Ke depan, Bila ada potensi yang justru belum dimanfaatkan secara optimal, kami tentunya akan melakukan pendekatan secara emosional,” tandasnya.(lan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top