Terima Paket, Dua Pemuda Diciduk


FOTO: HERLANHERYADIE/RADARCIANJUR



CIANJUR-Dua pemuda masing-masing berinisial A (20) dan AS (19) asal Cipanas dan Cianjur diciduk jajaran Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur pada Selasa (2/8) kemarin sore sekitar pukul 16.50 WIB. Mereka kedapatan tengah mengambil pesanan barang haramnya di salah satu penyedia jasa pengiriman barang kawasan Cianjur.

Kepala BNNK Cianjur, Hendrik menjelaskan, dalam penyergapan tersebut dari kedua tersangka didapati barang bukti berupa obat-obatan terlarang berupa 440 butir Tramadol dan 2000 butir Heximer. Hingga malam. Kedua pelaku masih dimintai keterangannya di Kantor BNNK Cianjur, Jalan KH Abdullah bin Nuh, Kecamatan Cianjur.

“Kami mencurigai, sejak pagi kami awasi, ternyata ada satu buah barang terlarang. Kita tunggu sampai pemiliknya menjemput barang yang dikirim dari Jakarta tersebut. Hingga akhirnya kita lakukan penyergapan dan yang bersangkutan tidak melakukan perlawanan,” kata Hendrik kepada Radar Cianjur pasca penyergapan.

Bukan hanya itu, masih kata Hendrik, setelah dilakukan tes urine, keduanya positif mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu, ganja, juga menyalahgunakan obat-obatan. Lebih lanjut, pihak BNNK Cianjur akan memperdalam kasus tersebut apakah kedua pelaku terindikasi pengedar obat terlarang atau hanya penyalahguna saja.

“Kita sementara waktu mengganjar mereka dengan Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Apakah yang bersangkutan termasuk dalam jaringan besar, itu sekarang sedang kita kembangkan,” papar Hendrik.

Langkah selanjutnya, Hendrik mengaku akan terus mendalami seraya mengungkap peredaran obat-obatan terlarang yang kini mulai meracuni generasi muda di Cianjur. Hendrik juga akan menelusuri siapa yang sudah mengirim barang haram tersebut. “Kita akan lakukan pengejaran dan penangkapan secepat mungkin agar masyarakat tidak resah dan jauh dari penyalahgunaan obat-obatan terlarang,” tegasnya.

Ia berharap masyarakat proaktif dalam membantu BNNK Cianjur dalam memberantas peredaran narkotika di Cianjur termasuk didalamnya obat-obatan terlarang. Pasalnya, kini peredaran obat terlarang kian meracuni generasi muda.

“Apabila ada temuan yang mencurigakan, masyarakat diharapkan proaktif dan segera melaporkan. Kami harapkan juga masyarakat Cianjur jauh dari penyalahgunaan narkoba yang merugikan diri sendiri,” tutup Hendrik seraya berpesan.

Sementara itu, Kepolisian Resort Cianjur melalui Satuan Narkoba juga menangkap pengedar obat-obatan terlarang jenis sabu-sabu.

Kali ini Polisi berhasil membekuk TH (24) warga Gang Hegarmanah, RT 01 RW 03, Kelurahan Sawahgede, Kecamatan Cianjur. Tersangka TH alias D, berhasil ditangkap di rumahnya, Minggu (31/7) sekitar pukul 08.30 WIB.

Kepala Satuan Narkoba Polres Cianjur, AKP Cepi Hermawan membenarkan, bahwa pihaknya telah berhasil menangkap TH alias D yang diduga sebagai penyalahguna barang haram tersebut.

Penangkapan itu berawal dari informasi dari masyarakat, bahwa ada seseorang yang memiliki sabu-sabu. "Setelah dilakukan penggeledahan di rumah orang yang dicurigai, petugas menemukan tiga bungkus plastik bening berisikan sabu-sabu dengan berat 1,75 gram yang disimpan di atas tempat tidur,” katanya.

Lanjut Cepi, tersangka beserta barang bukti obat terlarang tersebut sudah diamankan di Mapolres Cianjur. "Akibat perbuatanya pelaku akan dijerat dengan Pasal 122 ayat 1 Undang Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkasnya.(lan/dil)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top