Dihantui Bayang-bayang Tower Seluler

FOTO: MAMAT MULYADI/ RADAR CIANJUR
BERBAHAYA: Tower milik salah satu operator seluler hampir ambruk karena tanah sebagai alas kian terkikis.



BOJONGPICUNG- Satu tower milik salah satu provider seluler berdiri tegak setinggi sekitar 750 meter. Tower tinggi ini berlokasi di Kampung Cimenteng RT 04/02, Desa Kemang, Kecamatan Bojongpicung. Kondisinya nyaris ambruk sehingga warga khawatir terkena longsor. Bahkan, dua kaki beton penopang tower saat ini terlihat tidak tertanam di tanah.

Warga setempat, Iskandar (33) menuturkan, khawatir roboh dan menyebabkan longsor sehingga membahayakan rumah warga. "Baik itu melalui telepon seluler, tapi hingga kini dua hari setelah kejadian longsor masih belum ada realisasi pembenahan atau cek ke lokasi datang secara langsung melihat kondisi tower. Soalnya riskan sekali, melihat alas atau bantalan sudah habis khawatir tejadi longsor dan ambruk," bebernya.

Beberapa warga berharap, kepada Pemerintahan Desa (Pemdes) Kemang, maupun Muspika Kecamatan Bojongpicung, segera menegur pihak pemilik tower. Menurut, warga sebelumnya itu telah memberikan tembusan atau pemberitahuan melalui via telepon, namun hingga kini belum ada tanggapan.

"Dua hari setelah kejadian pihak pemilik tower seakan santai belum ada peninjauan persoalannya itu melihat kondisi tanah berbeda di lokasi bawah tower alias suda retak-retak tandanya ada pergeseran tanah," papar Hendra.

Masih kata Hendra, kondisi rumahnya tak jauh dari tower sebab bantalan tiang tower seluler sangat dekat. "Saat ini membuat riskan seluruh warga Kampung Cikoneng, karena bila tak segera diperbaiki nyaris tumbang. Khawatirnya itu menimpa puluhan rumah milik warga dan ada korban jiwa tak diharapkan terjadi," ujarnya menyambungkan.

Kepala Desa Kemang, Dadan R Subarna memaparkan, tower berdiri pinggir jalan Kampung Cimenteng dan sudah nyaris terkikis longsor, hingga dua bantalan beton sudah terlihat menempel dan riskan tumbang. "Ya, minimal dikontrol pihak pengusaha dulu. Mohon segera diperbaiki secapatnya untuk mengantisipasi hal tak diharapkan terjadi," tungkas Dadan.(mat)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top