Gay Cianjur Capai 1000 Orang



CIANJUR-Kaum gay atau homo di Kabupaten Cianjur makin bertambah jumlahnya. Seperti dilansir Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Cianjur, sejak awal Januari 2016 hingga kini kaum Gay atau biasa disebut laki-laki sex laki-laki (LSL) jumlahnya mengalami penambahan dan sangat memprihatinkan.

Sekretaris KPA Kabupaten Cianjur H Hilman melalui pengelola program, Brian mengatakan bahwa di tahun 2016, kaum gay atau laki-laki penyuka sesama jenis LSL ini jumlahnya mengalami penambahan yaitu sekitar 40 persen dari sebelumnya. Mereka tersebar di berbagai wilayah Cianjur.

"Menurut infomasi dari Dinas Kesehatan sepanjang 2016 mulai Januari hingga kemarin yang terkena virus HIV/Aids mengalami penambahan sekitar 69 orang. Dari jumlah tersebut 40 persen adalah LSL," ujarnya kepada wartawan belum lama ini.

Meski begitu, dia menambahkan, cukup sulit mengetahui secara pasti berapa sesungguhnya jumlah kaum gay ini. Mereka mengenal lewat komunitas terutama dari jejaring media sosial. Dengan adanya beberapa komunitas ini mereka leluasa berinteraksi dan mengenal satu sama lain.

"Berbeda dengan waria yang mana mereka lebih terbuka, dan bisa diajak berkomunikasi ataupun sharing. Tapi kaum gay atau LSL tertutup dan gep-gepan, seperti pengguna narkotika suntik (pegasun,red)," jelas Brian.

Meski belum ada pendataan di 2016 ini namun berdasarkan tahun lalu jumlah gay (LSL) yang dibawah usia 20 tahun ada sekitar 30 orang. Dirinya mengungkapkan dari jumlah 638 orang yang merupakan penderita HIV/Aids di Cianjur, LSL jumlahnya cukup banyak. Dirinya memprediksi bahwa jumlah LSL di Cianjur saat ini totalnya sekitar 1000 orang.

"Sekarang jumlah LSL yang terbuka sekitar 200 orang. Tapi kalau dikorek jumlahnya mungkin lebih dari 1000 orang. Mereka berada di berbagai usia dan kebanyakan berada di usia produktif," ungkapnya

Dirinya menututurkan bahwa kalangan LSL yang ada di berbagai wilayah Cianjur, tidak hanya dari kalangan masyarakat pada umumnya tapi juga dari instansi pemerintah ataupun institusi negara.
Pihaknya bersama perwakilan dari provinsi Jawa Barat pernah mengunjungi wilayah Cianjur selatan untuk mengetahui di wilayah itu. Hasilnya diketahui berdasarkan salah satu LSM kalau di wilayah itupun cukup banyak.

"Di Cianjur Selatan juga ada yang berusia muda ataupun belasan tahun, dan menurut salah satu LSM mengatakan bahwa LSL ada hampir di setiap sekolah minimal 1 orang," tutupnya.(cr1)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top