IMB Pasar Ciranjang Disoal

FOTO: EKY RIZKI/ RADAR CIANJUR
DIPERTANYAKAN: Aktivitas pembangunan di Pasar Ciranjang menuai kritik dan keluhan dari warga.



CIRANJANG- Pembangunan pasar Ciranjang yang berdiri di tanah PT KAI di Desa Ciranjang, Kecamatan Ciranjang diduga warga setempat melakukan pelanggaran. Pasalnya, masyarakat mengetahui bahwa izin mendirikan bangunan (IMB) tersebut hanya untuk satu lantai pertokoan bukan dua.

Ketua Forum Masyarakat Peduli Cianjur (FMPC), Farid Sandi mengungkapkan, IMB yang diterbitkan untuk pembangunan tersebut hanya berlaku untuk satu lantai. Sedangkan pada fakta di lapangan pihak pengembang ditemukan warga membangun pertokoan lebih dari satu lantai. "Kami melihat pertokoan tersebut dibangunnya dua lantai. Apakah ini tidak dinamakan suatu pelanggaran?," ungkapnya kepada Radar Cianjur, kemarin (31/8).

Masih menurut Farid, proses pembuatan IMB tersebut juga dinilainya harus disertakan dengan proses kajian UKL UPL oleh konsultan dan dikaji oleh dinas terkait seperti BLHD. "Kajian itu berlaku untuk mengkaji dampak yang akan terjadi setelah dibangunnya pertokoan tersebut," cetusnya.

Sehingga dari persoalan tersebut, pihaknya juga meminta Bupati Cianjur, H Irvan Rivano turun tangan untuk memperbaiki sistem penerbitan perizinan. "Kami meminta bupati cianjur secepatnya melakukan moratorium perizinan yang ada di Kabupaten Cianjur. Jangan hanya berorentasi pada peningkatan PAD dan lapangan pekerja," kata Farid.

Sementara Kepala Bidang Informasi Pendaftaran dan Penanganan Pengaduan, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan  Penanaman Modal (BPPTPM), Muzani Saleh, menjelaskan, polemik yang terjadi di Kecamatan Ciranjang merupakan kesalahpahaman masyarakat. Lantaran menurutnya IMB tidak akan semata-mata diterbitkan tanpa ada pengkajian.

"IMB dan segala bentuk perizinan lainnya bisa kami terbitkan karena staff kami sudah mengkroscek segala sesuatunya dengan penuh ketelitian di lapangan," timpalnya.

Dia menyebutkan, seharusnya warga Kecamatan Ciranjang juga mengkonfirmasi  PT KAI, yang masih berkaitan dengan pembangunan pertokoan tersebut. "Mungkin pembangunan tersebut sudah memiliki MoU sendiri dengan PT KAI, sehingga warga juga harus bertanya kepada mereka," pungkasnya.(cr1)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top