KA Perintis Siliwangi Cium Mobil Bak

FOTO:UMAR/RADARCIANJUR

CIANJUR-Kereta Api Perintis Siliwangi Cianjur-Sukabumi bertabrakan dengan sebuah mobil bak terbuka di perlintasan tak berpalang pintu di kawasan Kampung Cageunang RT 01/02 Desa Sukamaju Kecamatan Cianjur, Rabu (14/9) siang sekitar pukul 11.30 WIB.

Kereta yang diketahui melaju dari arah Sukabumi menuju Cianjur itu menabrak bagian kanan depan mobil bernomor polisi F 8390 WL yang dikemudikan Abdul Manan (49) warga Kampung Jambudipa RT 04/04 Desa Sukaratu Kecamatan Gekbrong.

Asep Suherman (33) saksi mata menuturkan, kendaraan bak terbuka melaju dari arah barat, yakni dari Cianjur kota menuju Jebrod, Pasir Hayam melalui ruas Jalan Kampung Cageunang. Nahas, saat melewati perlintasan kereta tiba-tiba mobil tertabrak hingga terseret lalu berbalik arah. Mobil yang kerap membawa padi tersebut baru terhenti setelah menabrak salah satu dinding rumah warga yang berada tepat di samping lokasi kejadian.

"Kereta melaju normal, lalu ada mobil datang dan langsung terseret sampai menabrak rumah. Sopirnya langsung dilarikan ke rumah sakit. Sementara penumpang yang satu lagi tidak sampai luka-luka," ujar Asep kepada Radar Cianjur.

Berselang beberapa menit, jajaran kepolisian datang mengamankan lokasi lalu menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kanit Laka Lantas Polres Cianjur, IPDA Sunarta menjelaskan, berdasarkan hasil olah TKP dan penuturan sejumlah saksi mata, kecelakaan diawali saat kereta yang datang dari arah Sukabumi menuju Cianjur menabrak mobil bak terbuka hingga merusak dinding pagar rumah milik Lena (36) warga setempat.

"Kecelakaan ini baru pertama kali terjadi disini, tapi terlihat di lokasi kejadian tidak ada palang pintu maupun petugas yang berjaga. Karena itu, setelah ini kami akan berkoordinasi dengan pihak PT KAI di Stasiun Cianjur untuk mendapat kejelasan," kata Sunarta.

Sementara itu, pihak Jasa Raharja Cianjur yang saat itu mendatangi lokasi, Dedi Kusmayadi menilai pihak Jasa Raharja akan menunggu laporan dari PT KAI dan hasil olah TKP pihak kepolisian. Jasa Raharja berencana untuk memberikan santunan kepada korban sebagai pengganti biaya pengobatan saat berada di Rumah Sakit.

"Besarannya relatif, menyesuaikan dengan kebutuhan. Tapi kalau untuk korban luka-luka biasanya maksimal Rp10 juta. Itupun untuk pengganti biaya pengobatan rumah sakit," ungkap Dedi kepada Radar Cianjur.(lan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top