Kebun Raya Cibodas Minta Tumbal

Rumah Tertimbun Longsor, 1 Tewas

CIANJUR-Tarsiah (36) warga Kampung Padasuka RT 01/05 Desa Situsaeur Kabupaten Garut tewas tertimbun longsor di mess karyawan Kebun Raya Cibodas (KRC) Kampung Cihurang Desa Sindangjaya Kecamatan Cipanas. Untungnya empat orang lainnya bisa diselamatkan.

Berdasarkan data yang dihimpun Radar Cianjur, sekitar pukul 19.30 WIB (14/9) hujan deras mengguyur kawasan Kampung Cihurang Desa Sindangjaya, mengakibatkan tebing pembatas Jalan Kebun Raya Cibodas menimpa rumah tanah longsor yang menimpa satu bangunan rumah dinas karyawan Kebon Raya Cibodas, dengan ukuran 5 meter X 5 meter. Tebing setinggi kurang lebih 50 meter itu, menimbun rumah dengan cepat, sehingga korban tewas seketika, dan dua unit motor tertimbun. Kerugian materil diperkirakan mencapai Rp150 juta.

BACA JUGA : Rangkaian Peristiwa Longsor dan Banjir di Cianjur 2016
Untuk korban meninggal dunia benama Tarsiah (36) sedangkan suaminya Iip (35) yang berprofesi sebagai Karyawan Kooperasi Kebon Raya Cibodas warga Kampung Cihurang RT 05/07 Desa Sindajaya mengalami luka-luka lecet pada kaki sebelah kanan. Adapun Arul (12) anaknya mengalami luka lecet di bagian jari tangan kiri.

"Saat itu diketahui korban bersama suami tengah beristirahat, sedangkan anaknya tengah menonton TV. Namun akibat bencana longsor yang begitu cepat rumah yang dihuni mereka tertimbun material tanah," ungkap Ketua RT 5 RW 7 Juhandi.

Memang diakuinya, hujan deras mengguyur sejak pukul 17.30 WIB sampai pada 19.30 terjadi bencana longsor. Setelah warga mengetahui adanya longsor yang menimpa rumah dinas itu, warga gotong royong mencari korban, hingga korban bisa ditemukan pukul 22.00 WIB dengan kondisi tak bernyawa. "Kami evakuasi dibantu TNI/Polri, dan petugas dari Desa Sindangjaya serta Kecamatan Cipanas," terangnya.

BACA JUGA: Data dan Fakta Daerah Rawan Bencana di Cianjur

Menurutnya, mereka itu memang sudah sekitar 5 tahun tinggal di Sindangjaya dengan profesi sebagai pegawai di Kooperasi Kebun Raya Cibodas, namun berdasarkan KK dan KTP masih tercatat warga Garut.

"Kami menyangkan kejadian ini bisa terjadi, dan diharapkan jika hujan deras mengguyur warga harus waspada dan mengevakuasi dirinya ke tempat yang aman. Kami pun akan menggiatkan ronda setiap malamnya, " paparnya.

Kapolres Cianjur AKBP Asep Guntur Rahayu menerangkan, bencana longsor terjadi setelah wilayah Cianjur diguyur hujan deras sejak Rabu sore. "Hujan yang cukup lama itu menyebabkan tebing di belakang permukiman warga longsor,’’ terangnya.

Akibatnya, satu unit rumah yang berada persis di bawah tebing tertimbun longsor. Dalam kejadian tersebut salah seorang penghuni rumah meninggal dunia yakni Tarsiah (36). Selain itu empat orang yang ada di dalam rumah mengalami luka-luka yakni suami Tarsiah, Iip (40) dan anaknya Arul (12) serta dua pegawai kebun raya yaitu Odang (20), dan Aok (32).

Para korban telah dievakuasi oleh petugas gabungan. Untuk korban luka telah mendapatkan penanganan medis. Selain menyebabkan seorang warga tewas, longsor juga merusak dua unit sepeda motor yang ada di dalam rumah.

"Kami meminta agar warga yang tinggal di daerah rawan bencana meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi longsor. Hal ini karena, sebagian wilayah Cianjur termasuk dalam daerah rawan bencana khususnya longsor," jelasnya.

Sekmat Cipanas Buchori menyayangkan terjadinya bencana alam tersebut, padahal bencana seperti itu bisa diantisipasi. Makanya, dia mengimbau kepada masyarakat jika hujan terus menerus terjadi sudah seharusnya warga yang tinggal di daerah rawan bencana di evakuasi. "Kami harapkan kejadian serupa tak terjadi, dan kami akan meningkatkan kewaspadaan," tukasnya. Saat ini Manajemen Kebun Raya Cibodas belum bisa dimintai keterangan. (fhn)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top