Kepsek Nikah Siri Anak Petani



CIANJUR-Sungguh tak terpuji perbuatan oknum Kepala Sekolah (Kepsek) salah satu SD di Kecamatan Campaka Cianjur ini. Pasalnya, CM (50) nekad menikah secara siri di bawah tangan, anak di bawah umur SS (17) tanpa sepengetahuan istri pertama dan statusnya sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Pihak keluarga mengakui jika pernikahan itu terjadi setelah SS sempat dibujuk rayu oknum kepsek tersebut. Pernikahan siri antara kepsek dan SS terjadi tanggal 30 April 2016. Diduga orang tua SS terpaksa menerima pinangan sang kepsek, karena kondisi ekonomi.

"Bapak tak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa pasrah mungkin sudah nasib anak saya harus menjalani cerita kehidupan seperti ini. Tak berani melaporkan kejadian ini, karena ada obrolan melalui lisan secara langsung ada pengancaman," kata Aban (60) ayah kandung SS kepada Radar Cianjur, kemarin.
Menurutnya, secara batin sangat tidak menerima atas kondisi tersebut. "Tapi saya juga khawatir keluarga takutnya bisa stres putri saya ini masa depannya bagaimana," terang warga Kampung Cisarua RT 03/06, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Cianjur ini.

Hal senada dituturkan, Otih (45) ibu kandung SS, sebenarnya sangat sedih dan merasa prihatin bila melihat nasib yang dialami putrinya tersebut. Tapi dirinya tak bisa berbuat banyak. "Saya sebenarnya merasa terpukul sekali, khawatir dan merasa kasihan, kadang saat ini omongannya itu suka ngelantur dan jadi korban perasaan, mau melaporkan takut juga, maklum kami itu kan keluarga tak mampu. Kalau tak lupa itu kurang lebih pernikahannya hanya 10 hari setelah itu ditinggal pergi lagi," ungkapnya. Sementara itu saat dihubungi kepsek CM belum bisa ditemui, begitupun saat akan dikonfirmasi ke sekolah yang bersangkutan tak ada di tempat.

Terpisah, Pengawas Puspindik TK-SD Kecamatan Campaka, H Dede menyebutkan, jika pihaknya akan meminta penjelasan pada yang bersangkutan terkait kebenaran soal tersebut. "Informasi ini nanti akan saya sampaikan dan maaf saat ini saya sedang sibuk ada beberapa kegiatan dan rapat kerja di Pusbindik. Nah, jadi saya masih belum bisa menemui pihak bersangkutan, untuk diminta klarifikasi bagaimana penjelasan yang sebenarnya. Mungkin akan ada pemanggilan, tapi saat ini belum tepat karena ingin tahu duduk permasalahannya," bebernya.(mat)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top