Klub Motor Bukan Geng Motor

Hasil gambar untuk tauco tjiandzoer motor


CIANJUR-Wakil Ketua DPRD Cianjur, Andri Suryadinata menilai, kelompok-kelompok pemuda yang tergabung dalam geng motor tersebut sejatinya bisa diarahkan ke hal yang lebih positif. Jika mereka menggemari dunia otomotif dan balapan, politisi Partai Gerindra itu menyebut, dewan sebelumnya sudah menyediakan areal parkir komplek DPRD Cianjur sebagai lintasan balap tiap akhir pekan agar pencinta balap tak berceceran di jalan sampai menggelar balapan liar.

"Ini kan dilandasi hobi, hobi itu perlu modal yang cukup. Kalau memang senang balapan mungkin bisa ke lapangan Brigif. Banyak faktor sebetulnya yang melatarbelakangi mereka bertindak kriminal," kata Andri kepada Radar Cianjur.

Beberapa faktor, masih kata Andri, seperti faktor ekonomi, kurangnya pengawasan orang tua dan faktor lingkungan seringkali menjadi penyebab utama yang membuat seseorang, khususnya pemuda mengarah kepada hal yang negatif, bahkan sampai melakukan berbagai aksi kekerasan dan kriminalitas.

Oleh karena itu, Andri mengajak seluruh elemen untuk ikut terlibat dalam merubah stigma komunitas/klub motor yang lekat imej negatif layaknya geng motor menjadi lebih positif dengan melakukan berbagai aksi sosial ataupun aktivitas bermanfaat lainnya. "Sudahlah lebih baik pakai kegiatan yang positif, karena tidak ada untungnya. Apalagi kalau sudah menjurus ke ranah kriminal. Jangan sampai seperti itu," ujar pria yang juga tergabung dalam komunitas Tauco Tjiandjoer tersebut.

Hal senada disampaikan Komandan Kodim (Dandim) 0608/ Cianjur, Letkol Arm Imam Haryadi. Pria yang gemar balapan dan berkendara sepeda motor trail itu menegaskan, perlu dibedakan antara klub motor dengan geng motor. Malah menurutnya, jika berbicara konteks aksi kriminalitas, siapa saja dengan profesi apa saja bisa melakukan aksi kriminal, bukan hanya geng motor. Namun pihaknya tak memungkiri geng motor lekat dengan berbagai aksi kriminal.

"Yang dilihatnya aksi kriminalitas, bukan yang lain-lain. Jangan langsung menjustifikasi kalau semua pecinta motor itu kriminal," ujar Imam kepada Radar Cianjur saat berada di Pendopo Cianjur.
Imam menegaskan, pihaknya mendukung sepenuhnya terhadap penegakkan hukum yang dilakukan. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk ikut membantu mengawasi bersama lingkungan sekitarnya dari ancaman-ancaman keberadaan geng motor yang dianggap merusak citra para pecintan motor.

"Kami yakin adik-adik kita ini bisa diarahkan ke aktivitas yang lebih positif. Tidak semua pecinta motor itu negatif. Ada klub ada geng. Tapi kriminal tetap kriminal. Polisi bisa bertindak tegas, maka kami bisa bertindak lebih tegas," kata Imam.(lan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top