Semua Sepakat! Geng Motor Harus Dibasmi

Hasil gambar untuk Semua Sepakat! Geng Motor Harus Dibasmi

CIANJUR-Berbagai elemen turut angkat bicara menyoal terkuaknya aksi kriminalitas kerap dilakukan komplotan pemuda yang tergabung dalam geng motor. Kebrutalan geng motor tersebut menyeruak pasca pihak kepolisian bertindak tegas dengan menyarangkan peluru ke tubuh AS alias Mpep (26) beberapa waktu lalu lantaran dianggap mencoba melawan petugas menggunakan senjata api rakitan.

BACA JUGA: Klub Motor Bukan Geng Motor

Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) Infanteri 300/Raider Braja Wijaya, Mayor Inf Fajar Akhirudin menilai, fenomena geng motor di Cianjur ini sudah berlangsung sejak lama. Bahkan menurutnya, setingkat Panglima TNI hingga Polda sudah mengitruksikan jajarannya untuk turut membasmi keberadaan geng motor lantaran sudah sangat meresahkan masyarakat.

"Kemarin itu sampai ditembak karena sudah tidak bisa diajak secara baik-baik, tidak bisa diajak secara kondusif. Kalau sudah tidak bisa lagi, apakah akan dibiarkan? Kami yakin polisi sudah bertindak sesuai prosedur," kata Fajar kepada Radar Cianjur.

Lebih lanjut, Fajar mengaku siap menerjunkan personel  apabila jajarannya dibutuhkan untuk membasmi keberadaan geng motor yang kerap berulah di Cianjur seraya berkoordinasi dengan Pemkab Cianjur maupun pihak kepolisian. "Kembali lagi kepada tupoksinya, apabila dibutuhkan kami siap membantu. Pada dasarnya keberadaan kami disini sepenuhnya untuk kebaikan masyarakat Cianjur," imbuhnya.

Hal senada disampaikan Kapolres Cianjur, AKBP Asep Guntur Rahayu. Pihaknya mengaku sudah berkomunikasi dengan Pemkab Cianjur serta Kodim 0608/Cianjur untuk turut menyusun sejumlah aturan soal manajemen waktu dan pemberlakuan jam malam di Cianjur guna menekan angka kriminalitas. Nantinya, aktivitas dibatasi hingga pukul 23.00 WIB.

"Kita suruh mereka pulang. Pokoknya jam 23.00 WIB harus tidur karena akan beraktivitas keesokan harinya. Ini akan berimbas kepada produktivitas seseorang. Itulah pentingnya manajemen waktu," ungkap Asep Guntur.

Jika aturan tersebut mulai diberlakukan dan masih ada yang tetap membandel, Kapolres menambahkan polisi tak akan segan-segan bertindak tegas. "Yang masih nongkrong akan kita pulangkan. Kalau ada yang dalam keadaan mabuk, kita bangunkan di kolam," sindirnya diselangi candaan.(lan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top