Pengejaran Bandar Narkoba Berlanjut


CIANJUR- Berdasarkan rangkaian pengembangan kasus terus dilakukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur, pasca diamankannya paket narkoba jenis sabu-sabu seberat 46,48 gram yang didapat dari pria berinisial KL pada penghujung 2016 lalu. Akhirnya, BNNK Cianjur berhasil menciduk dua penyalahguna yakni DN (31) dan YS (30) di waktu dan tempat yang berbeda. Keduanya diketahui merupakan pegawai honorer di Dinas Perhubungan (Dishub) Cianjur dan Dinas Lingkungan Hidup Cianjur.

Saat menciduk DN, petugas mendapati seorang bandar besar berinisial AR yang berhasil kabur dari kejaran petugas. AR diketahui berdomisili di Jalan Ir H Juanda, Selakopi, Gang Kalimantan. Saat itu, petugas hanya menemui istri AR beserta anaknya. Saat digeledah, petugas kemudian menemukan satu paket kecil sabu-sabu siap edar di kediaman AR yang kini ditetapkan sebagai DPO.

"Istrinya mengaku suaminya itu sudah berapa hari tidak pulang ke rumah. Kami lalu minta supaya ditunjukan rumah keluarga AR. Kita dapati, keluarga AR beralamat di Jalan Dr Muwardi, Bypass. Ditengah guyuran hujan, kita kejar terus si bandar narkoba ini," kata Kepala BNNK Cianjur, Hendrik.

Hendrik mengaku akan terus mengejar AR untuk mengungkap jaringan besar peredaran narkoba yang menaungi AR. Tak tanggung-tanggung, BNNK sudah menempatkan beberapa petugas dan informan dibeberapa titik yang dianggap sering disambangi AR. Ia optimistis, penangkapan AR tidak akan memakan waktu yang lama.

"Orang itu butuh makan. Makan secara fisik dan batin. Secara fisik, dia bisa makan seperti manusia normal. Secara batin, dia pasti ingin menemui istri dan anaknya. AR ini tidak akan bisa seterusnya sembunyi. Kita tangkap supaya bisa mengungkap jaringan-jaringan lainnya," tegasnya.

Salah seorang penyalahguna narkoba yang berhasil diamankan BNNK Cianjur, YS mengaku menyesal sudah mengkonsumsi barang haram tersebut. Ia mengaku hanya terbawa-bawa oleh DN dan AR. Sekali membeli, YS mengaku cukup mengeluarkan uang Rp300 ribu saja.

"Saya menyesal. Saya dikasih barang banyaknya dari AR. Seperempat saya beli Rp300ribu. Saya pengen berhenti total sebenarnya. Sudah mau berhenti, eh barangnya datang lagi. Saya cuma terbawa-bawa saja," aku YS dengan wajah nampak memelas.(lan/cr1)

Sekretaris Dishub Cianjur, Rahmat Hartono mengaku masih belum menyangka ada pegawainya yang terlibat penyalahgunaan narkoba. Setelah mendapat kabar sehari setelah penangkapan, Rahmat mengaku cukup prihatin dan malu. Disisi lain, Rahmat menilai, hal tersebut lebih kepada personal, bukan bersifat institusional. Sehingga, ia menyerahkan hal tersebut sepenuhnya kepada pihak berwenang.

"DN itu cukup rajin bekerja. Dia sebelumnya bertugas di Terminal Rawabango. Saya angkat dia supaya bekerja di kantor Dishub karena kerjanya rajin. Kalau tidak salah, DN itu pegawai Honorer K2 yang masa kerjanya sudah lebih dari 10 tahun," aku Rahmat kepada Radar Cianjur, kemarin.

Soal sanksi, Rahmat mengaku belum bisa berkomentar lebih jauh. Pasalnya, Dishub Cianjur belum menerima keterangan resmi dari pihak terkait ikhwal penangkapan pegawainya tersebut. Selain itu, mekanisme sanksi juga Rahmat limpahkan kepada musyawarah pimpinan Dishub Cianjur beserta Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Cianjur agar lebih komperhensif.

"Kami belum berani menindaklanjuti. Yang jelas, sanksi pasti ada. Agar tak lagi terulang, tentunya akan ada sanksi tegasuntuk menimbulkan efek jera kepada pegawai lainnya," pungkas Rahmat. (lan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top