Terjerat Perdagangan Manusia Korban Tewas Kapal WNI Jadi 14 Orang


JAKARTA - Korban kecelakaan kapal pengangkut warga negara Indonesia (WNI) di Johor, Malaysia, bertambah. Rabu (25/1/207) petugas menemukan empat korban meninggal dan empat korban selamat. Total korban meninggal menjadi 16 orang. Sedangkan korban selamat yang ditemukan enam orang.

Sejauh ini, baru empat korban meninggal yang teridentifikasi. Antara lain Rosid dan Sayyideh dari Kabupaten Sampang, Jatim. Dua korban lain adalah Maria Yuliana Reku, 30, dari Kabupaten Ende, dan Lambertus Luan, warga Kabupaten Belu, NTT.

Kepala Penerangan Sosial dan Budaya Konsulat Jenderal RI di Johor Bahru Dewi Lestari mengatakan, empat korban tewas itu berhasil diidentifikasi oleh keluarga masing-masing yang bekerja di Malaysia. "Mereka mendapat informasi dari keluarga di Indonesia," katanya.

Korban bisa saja bertambah. Sebab, kapal nahas tersebut diduga mengangkut 40 orang. Kapal dengan panjang sekitar 5,5 meter itu ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Tanjung Rhu, Johor, pada Senin pagi waktu setempat (23/1). Kapal tersebut diperkirakan datang dari arah Batam, Kepulauan Riau, dan menuju pantai timur Semenanjung Malaysia.

Direktur Eksekutif Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Migrant Care Anis Hidayah mengatakan, munculnya praktik-praktik pemberangkatan buruh migran melalui jalur tidak resmi adalah bentuk ketidakpercayaan kepada pemerintah. "Sudah bayar mahal, enggak ada jaminan perlindungan. Ada ancaman eksploitasi dan perdagangan orang juga," katanya.

Banyaknya buruh migran yang masuk Malaysia lewat jalur tidak resmi merupakan tamparan untuk pemerintah. Mekanisme migrasi yang berbelit serta tidak adanya jaminan dan pengawasan adalah pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan. Pemerintah sudah seharusnya mempermudah mekanisme migrasi.

"Buat aman dan accessible. Pengawasan juga penting. Selama ini, ketahuan ada buruh migran ilegal ketika kapal tenggelam atau sudah disiksa. Bahkan sudah meninggal. Selalu ketahuan di ujung, ketika kasus sudah terjadi," papar Anis.

Anis mengatakan, Malaysia masih jadi tujuan primadona bagi buruh migran dari Indonesia. Sebab, kesempatan bekerja di negeri jiran tersebut sangat besar. "Mereka butuh banyak tenaga kerja di sektor perkebunan sawit dan konstruksi. Yang paling besar itu," papar dia.

Selain itu, secara geografis, kedua negara sangat dekat. Tidak hanya dekat, perbatasan Indonesia dengan Malaysia juga cukup banyak. Ada jalur darat di Kalimantan. Lewat laut pun mudah. Dua hal itu kemudian dimanfaatkan oleh para mafia perdagangan orang.

Menurut Anis, modus yang digunakan mafia perdagangan manusia beragam. Yang pasti, mereka melakukannya dengan menerabas hukum. Yakni, mengirimkan para buruh migran dengan pola-pola yang tidak aman. "Kapal yang seharusnya digunakan untuk mengangkut barang atau sayur digunakan untuk mengangkut buruh migran," papar Anis.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Lalu Muhammad Iqbal membenarkan hal tersebut. Kondisi ketena­gakerjaan Malaysia dan Indonesia asimetris. Indonesia kelebihan stok angkatan kerja untuk sektor 3D (dirty, difficult and dangerous). Di sisi lain, Malaysia kekurangan stok untuk sektor tersebut. Sebab, tidak ada pribumi Malaysia yang mau melakukan pekerjaan tersebut.

Faktor lain adalah kemudahan untuk keluar masuk. Untuk masuk ke Malaysia secara legal tidak dikenakan visa. Begitu juga sebaliknya. "Kombinasi faktor itu membuat sulit sekali mencegah TKI ilegal ke Malaysia," terangnya.

Sementara itu, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) akan memfasilitasi para korban kapal tenggelam di Johor. Korban meninggal maupun selamat akan dikembalikan kepada keluarga masing-masing di tanah air. Saat ini BNP2TKI menunggu hasil identifikasi korban oleh petugas forensik Malaysia.

Untuk memuluskan program tersebut, BNP2TKI berkoordinasi dengan Kemenlu, perwakilan RI di Johor Bahru, dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. "Kami sudah berkomunikasi intensif dengan semua mitra kerja di wilayah Kepulauan Riau," kata Kabaghumas BNP2TKI Servulus Bobo Riti. (and/c11/ca) 


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top