Asik Nyabu, Pegawai PDAM Dicokok



CIANJUR- Salah seorang pegawai PDAM Cianjur berinisial FR (34) kembali tersandung kasus narkoba. Kali ini ia kedapatan tengah menggunakan narkoba jenis sabu di rumahnya oleh jajaran Satuan Narkoba Polres Cianjur.

FR yang sebelumnya juga pernah dicokok BNNK Cianjur dengan kasus yang sama, seolah tak jera menggunakan barang haram tersebut.

FR berhasil dibekuk polisi di salah satu rumah di Kampung Margaluyu, Kelurahan Sayang,
Kecamatan Cianjur, Jumat, (27/1). Di lokasi penangkapan polisi berhasil membawa barang bukti narkoba jenis sabu seberat 0,6 gram.

"Berawal dari laporan masyarakat yang menyebutkan tersangka sering membawa-bawa narkoba, kemudian kami tindak lanjuti dan ternyata terbukti," ujar Kasat Narkoba Polres Cianjur, AKP Cepi.

Dijelaskannya, FR saat ini tengah ditangani oleh pihak kepolisian untuk kemudian diproses secara hukum. Jika melihat dari barang bukti (BB), FR adalah pengguna aktif, bukan pengedar.
"Saat ini yang bersangkutan sudah kami amankan, dan akan menjalani proses hukum yang berlaku," jelasnya.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Cianjur, Tohari Sastra mengatakan, meskipun pegawai PDAM bukan termasuk ke dalam ranah BKPPD. Namun hal ini tetap ia sikapi. Menurutnya beberapa waktu terakhir beranda kriminal di Cianjur yang dihiasi oleh pegawai di lingkungan Pemda Cianjur menjadi cambukan. 

"Jelas permasalahan yang mencuat dan melibatkan pegawai di lingkungan pemda harus diperangi. Untuk itu kami pun sudah membuat program pembinaan ke masing-masing instansi pemerintah yang ada, guna mengantisipasi hal negatif itu terulang," pungkasnya.

Terpisah, Ketua Forum Masyarakat Peduli Cianjur (FMPC) Farid Sandy mengaku sangat menyayangkan Pemda Cianjur yang tak selektif dalam memilah pegawai. Kemudian pemda juga dinilai kurang berperan aktif dalam mengarahkan dan membina moral para pegawainya.

"Sekarang narkoba, kemarin pencabulan. Pegawai di lingkungan pemda adalah cerminan, mereka seharusnya tidak menodai citra pemerintah,” tuturnya.
Farid meminta khususnya badan yang bersangkutan dengan kedisiplinan pegawai untuk bersikap tegas dan mencegah adanya perilaku yang mencoreng nama baik Pemda Cianjur.

"Bupati dan jajarannya harus bekerja keras untuk membina para pegawainya agar tak terlibat dalam hal-hal negatif,” tegasnya. (cr1)




Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top