Bayi Baru Lahir, Sudah Kena Penyakit Langka



Malang benar nasib yang dialami Rindiani Rosmiati, bayi perempuan pasangan Muhammad Iyep (32) dan Neneng Rosyani (25) warga Kampung Baru RT02 RW20 Kelurahan Pamoyanan Kecamatan Cianjur. Rindiani baru dilahirkan pada Sabtu (11/2) lalu di RSUD Cianjur. Sejak itu pula Rindiani nampak lahir dengan kondisi yang memprihatinkan. Bagian belakang tempurung kepala Rindiani yang masih lunak terdapat tonjolan.

Ayahanda Rindiani, Muhammad Iyep menuturkan, berdasarkan hasil pemeriksaan RSUD Cianjur, anak ketiganya itu didiagnosa mengidap penyakit Anensefalus. Iyep yang masih awam mengaku kebingungan dengan kondisi anaknya tersebut. Apalagi setelah melihat ada benjolan di kepala Rindiani.

"Ini kepalanya keluar benjolan. Kalau kesenggol sedikit, anak saya pasti langsung menangis sekeras-kerasnya. Mungkin karena tidak kuat menahan sakit," aku Iyep kepada Radar Cianjur, kemarin sambil meredakan tangis Rindiani yang tak kunjung reda.

Pasca kelahiran, Iyep mengaku sudah dipersilahkan pulang oleh pihak rumah sakit. Pihak rumah sakit, masih kata Iyep, mengaku kewalahan menangani penyakit langka Risdiani. Ia pun dihimbau untuk merujuk anaknya ke Bandung agar segera dilakukan operasi.

"Kalau disuruh begitu, saya bingung cari biayanya dari mana. Mau operasi itu kan biayanya tidak sedikit. Untuk keluarga kurang mampu seperti kami, sulit sekali. Sekarang saja, saya sementara waktu di rumah mertua dulu, di Panembong Kaler," keluhnya.

Bukan tak ingin anaknya sembuh, lanjut Iyep, untuk proses melahirkan istrinya saja, Iyep sudah berjibaku mengurus berbagai dokumen dan formulir BPJS agar biaya persalinan tak mencekik lehernya. Beruntung Iyep kala itu dibantu saudaranya. Hingga akhirnya, Iyep bisa melangsungkan proses persalinan di RSUD Cianjur tanpa harus mengeluarkan biaya.

"Besok (hari ini, red) katanya disuruh ke rumah sakit lagi. Kemaren kan dokternya tidak ada, besok mah ada katanya. Jadi disuruh periksa ke Poli Anak. Paling subuh saya daftar, supaya tidak antre. Setelah itu baru istri dan anak menyusul," kata Iyep lagi.

Ia berharap ada pihak yang peduli seraya meringankan sedikit penderitaan keluarganya. "Ya, kami minta tolong. Untuk orang tidak mampu seperti kami, mau berobat supaya sehat itu mahal sekali. malah sering diperlakukan tidak adil," tandasnya.(lan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top