Bupati "Diculik" Sopir Angkot



CIANJUR-Puluhan sopir angkot trayek 04A dan 04B unjuk rasa di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Cianjur, Kamis (23/2) pagi pukul 08.00 WIB.
Massa mendesak Dishub segera bertindak tegas merubah trayek angkot yang dinilai merugikan para sopir.
Opik (30) salah seorang sopir mengungkapkan, akibat penutupan Jalan Siti Jenab dan rekayasa lalu lintas yang dilakukan pemerintah, beberapa waktu lalu, membuat jalan Suroso menjadi macet. Ia mengklaim, Jalan Suroso merupakan jalur milik trayek angkum 04.
"Setelah ada pengalihan arus, jalur itu jadi dipadati angkot lain seperti 01A, 01B dan 02B. Jadinya ke toko Lili  itu macet. Bisa sampai satu jam. Ditambah banyak persimpangan juga di sana,” kata Opik nampak kesal.
Akibat pengalihan arus itu juga, secara otomatis mempengaruhi penghasilan para sopir angkot 04. Bukannya untung, seringkali Opik rugi lantaran biasanya ia mendapat penghasilan rata-rata Rp150 ribu sampai Rp200 ribu per hari, kini berkurang drastis jadi Rp60 ribu per hari.
“Sekarang yang mau ke Gang Harapan saja bisa naik 02B, dari Siliwangi ke Suroso juga naik 02B. Padahal sebelumnya itu lahan bagi sopir 04. Makanya jadi merugi semua. Untuk setoran Rp60 ribu per hari juga sering nombok sekarang mah. Mendingan jalan tembusan dari Siti Bodedar ke Pegadaian kembali difungsikan," katanya lagi.
Tak lama berselang Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar didampingi Kadishub Cianjur, Djoni Rojali secara langsung menerima keluh kesah para sopir angkot. Dengan pengawalan ketat petugas TNI-Polri, Irvan dan para sopir kemudian berembuk, duduk bersama.
Belum kunjung usai, Irvan kemudian melanjutkan musyawarah mencari solusi di Jalan Pasar Pasir Hayam seusai shalat dzuhur. Irvan menuju kesana sambil menaiki salah satu angkot. Irvan sampaikan beberapa alternatif yang ditawarkan agar tidak ada yang merasa dirugikan. "Yang jelas, Bupati akan meningkatkan pengamanan jalan pada ruas jalan yang dikeluhkan tersebut," kata Irvan kepada para pedagang.(*/lan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top