Cacing Brugia Malayi Intai Warga

CUGENANG-Hujan deras yang kerap menerjang wilayah Cugenang, Cipanas, dan Pacet akhir-akhir ini, membuat Cipanas dan sekitarnya digenangi Cileuncang. Hal itu berpotensi berkembangnya Cacing Brugia Malayi yang jadi penyebab penyakit kaki gajah.

Kepala Puskesmas Cijedil Kecamatan Cugenang Ajud Maulana menuturkan, air menggenang yang kotor dapat menjadi sarang kuman vilariasis yang bisa menyebabkan kaki gajah. Hal itu dapat terjadi melalui gigitan nyamuk yang menjadi perantara kuman.

"Sebenarnya yang berbahaya itu cacing brugia malayi yang diam di kubangan air, saluran air, sawah, dan rawa. Nyamuk apa saja bisa jadi vektor cacing brugia malayi dan itu berbahaya," jelasnya.
Menurutnya semua nyamuk dapat menjadi vektor vilariasis. Jika sudah menggigit penderta kaki gajah akan menjadi perantara ke yang lainnya.

"Cacing brugia malayi menyebabkan penyumbatan pembuluh
darah, sehingga dapat terjadi pengerasan pada otot," jelasnya.

Biasanya ditungkai kaki dengan membuat darah tidak memgalir sehingga kaki membesar. 
“Alhamdulillah di Cugenang belum pernah ada. Meskipun demikian masyarakat harus waspada jangan sampai cacing brugia malayl berkembang biak,” tuturnya.

Dia menambahkan, setiap Oktober warga dianjurkan minum obat cacing dan vilariasis mulai usia 2 hingga 70 tahun. Obatnya kombinasi dari DEC, Albendazole, yang bisa didapatkan di puskesmas.
“Penyuluhan kerap kami lakukan tapi kami tidak memberikan obat karena kasusnya tidak ada. Tetapi warga harus tetap berhati-hati," pungkasunya.(fhn)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top