Cianjur Layak Bentuk DOB



CIANJUR- Akademisi yang getol menyoroti dan mengkritisi berbagai ketimpangan kebijakan pemerintah, Ridwan Mubarok turut angkat bicara soal wacana pemekaran Kabupaten Cianjur.

Menurutnya, Kabupaten Cianjur sudah waktunya melakukan pemekaran dan membentuk Daerah Otonomi Baru (DOB). Alasannya  karena pada 12 September 2013, Pak Tjetjep Muchtar Soleh yang pada saat itu definitif menjabat sebagai Bupati Cianjur dengan tegas menyatakan, berdasarkan kajian geografis dan demografis sudah selayaknya Cianjur membentuk Daerah Otonomi Baru.

“Cianjur dahulu direncanakan bakal dibagi menjadi tiga DOB, yakni Cianjur Utara, Cianjur Tengah dan Cianjur Selatan. Ini berbicara syarat administratif mungkin. Cianjur memang sudah layak untuk dimekarkan," tuturnya.

Alasan lainnya, masih kata Ridwan, tak lain berdasarkan faktor kebutuhan. Pemekaran wilayah harus Based on Need atau berdasarkan kebutuhan, bukan Based on Interrest atau berdasarkan kepentingan.
Ketika di Cianjur hari ini kebijakan-kebijakan bupatinya sudah tidak bisa diterima nalar sehat masyarakat Cianjur, maka masyarakat Cianjur harus mencoba mencari format baru, salah satu kaitannya dengan pembentukan DOB yang lebih menjanjikan.

"Buat apa kita tinggal di Kabupaten Cianjur yang bupatinya tidak berpihak kepada rakyat. Buat apa kita berlama-lama di Cianjur ketika aspirasi masyarakatnya tidak didengar. Dan pola menjalankan roda pemerintahannya juga sudah tidak sesuai dengan aturan," sindirnya.

Ridwan mengajurkan agar Bupati Cianjur membaca kembali aturan terkait keinginannya agar Cianjur jangan dulu melakukan pemekaran sebelum tahun 2020. Selain itu, bupati juga mengaku tidak akan menandatangani rekomendasi pembentukan DOB meski sudah menjadi aspirasi di DPRD Cianjur.

"Silahkan pak bupati baca lagi soal aturan tentang Daerah Otonomi Baru. Sekarang kalau tidak salah sedang digodok tentang regulasi pembentukan DOB. Nantinya, aturan tersebut tidak perlu lagi ada rekomendasi dari kepala daerah untuk pembentukan DOB," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Cianjur, Tedi Sopyan mengatakan hal yang sama. Berdasarkan kajiannya, pemekaran Cianjur akan menjadi solusi bagi masyarakat. Persoalannya, bukan hanya pada ketidakpuasan pemerintah dengan status quo, melainkan soal luasnya lahan garapan di Cianjur yang tidak mampu tertangani selama bertahun-tahun.

"Dengan adanya pemekaran, Cianjur akan lebih mudah meningkatkan akses publik. Sesekali kita harus melihat tetangga kita, Bogor dan Sukabumi yang berani membentuk DOB. Keduanya menyadari bahwa wilayah garapannya sangat luas," katanya.

Menurutnya, kemandirian untuk pemekaran bisa menjadi solusi untuk masyarakat. Persoalan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan ketergantungan terhadap dana perimbangan, bukan semata-mata jadi alasan untuk tidak membentuk DOB.

"Persoalan PAD itu bukan menjadi problem. Tapi kalau kita lihat dari tinjauan yuridis dan sosiologis, Cianjur sudah waktunya dan sangat tepat untuk dimekarkan," pungkasnya. (lan)




Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top