Hotel Gigit Jari, PKL Raup Untung


CIANJUR-Umumnya ketika hari libur nasional tiba, tempat wisata dipenuhi pengunjung baik lokal maupun manca negara. Namun, tidak terjadi di Kawasan Cipanas dan Pacet saat libur nasional. Kawasan yang terkenal dengan ragam objek wisata dan hiburan ini justru sepi. Berbeda dengan kondisi di Kota Cianjur. Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) justru ketiban rezeki.

Public Relation Palace Hotel, Panji mengatakan, libur nasional menyambut Pilkada kemarin tidak membawa dampak peningkatan pengunjung yang signifikan. "Ya, ada sedikit (peningkatan) tapi biasa saja (kemarin, red) tidak ada peningkatan yang signifikan," ujarnya.

Menurutnya, pada libur Pilkada kemarin kunjungan biasa saja. Kemungkinan mereka diisi waktu liburnya dengan mencoblos di masing-masing TPS. "Tamu biasa saja, mungkin wisatawan pun enggan ke sini karena cuaca Pacet dan Cipanas Puncak buruk," ujar Front Office salah satu Resort di Pacet, Ridwan.

Bahkan, jika dibanding liburan akhir pekan kunjungan wisata terbilang lebih sepi. Ini dikarenakan wisatawan yang dominan menyewa asal Jakarta sibuk melakukan pemilihan. "Kalau orang lokal jarang menginap vila dan biasanya wisatawan asal Jakarta ke sini. Nah, Jakarta sedang Pilkada jadi pantas saja libur kali ini lebih sepi," tukasnya.

Kondisi yang nyaris serupa juga terjadi di Pusat Kota Cianjur. Pemerintah menetapkan tanggal 15 Februari 2017 sebagai hari libur nasional. Hari libur tersebut bertepatan dengan hari pemungutan suara pemilihan umum secara serentak di beberapa wilayah di Indonesia. Efeknya, terasa sampai Cianjur. Beberapa kantor instansi pemerintahan juga tutup, tidak membuka pelayanan pada hari itu. Beberapa warga yang menikmati hari libur juga memadati pusat Kota Cianjur.

Salah satu titik yang sering mengalami kepadatan adalah ruas Jalan Cokroaminoto hingga Jalan Mangunsarkoro atau yang lebih sering disebut Jalan Raya. Di lokasi itu pula berjamuran kendaraan baik dari dalam maupun luar kota, baik roda empat maupun roda dua, yang naik angkutan umum hingga yang berjalan kaki.

Meski saat itu cuaca hujan, tak menyurutkan aktivitas masyarakat yang ingin menikmati libur dadakan tersebut. Bukan cuma di Jalan Raya, warga juga terlihat memenuhi Alun-alun Cianjur. Lokasinya tepat berhadapan dengan Masjid Agung Cianjur.

Di lokasi tersebut pula beberapa warga menikmati masa-masa terakhir sebelum alun-alun dirombak oleh pemerintah menjadi taman Ruang Terbuka Hijau (RTH). Momen tersebut nyatanya dimanfaatkan dengan baik oleh para pedagang kaki lima (PKL) untuk meraup keuntungan.

Jaya (45) misalnya, pedagang bakso keliling itu nampak sudah digandrungi pembeli. Uniknya, Jaya menyiapkan spanduk bekas agar pembelinya bisa duduk secara lesehan sambil menikmati bakso hasil racikannya. "Biasanya sih jualan hari Minggu. Kalau hari-hari biasa tidak pernah. Sekarang tapi hari biasa lumayan ramai, tapi cuacanya hujan. Jadi sedikit mempengaruhi omset," kata Jaya yang mengaku tidak mengetahui bahwa hari itu adalah hari libur nasional.

Saat turun hujan, lokasi favorit baik para PKL maupun pengunjung untuk berteduh, tak lain Taman Bacaan yang berada di alun-alun. Informasi yang dihimpun, lokasi tersebut sebetulnya tidak diperbolehkan untuk dibuka lantaran tengah dalam proses renovasi.

Namun, larangan itu seolah tak berpengaruh. Sesekali, muncul petugas Satpol PP namun tak langsung menertibkan para pedagang. "Mau dimana lagi? Memang di Cianjur kota ada tempat-tempat seperti taman alun-alun ini? Kalau libur kan tidak ada yang bisa dijadikan tempat nongkrong atau kumpul keluarga di sini mah. Ada juga paling-paling di Cipanas," ungkap Ida (52) salah seorang pengunjung asal Karangtengah.(fhn/lan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top